Hindu dan Islam Ternyata Sama ???

1 2
  • Mungkin tidak seorangpun yg pernah membayangkannya, tidak juga saya sendiri. Hal ini saya dapatkan dalam sebuah ceramah dari Dr. Zakir Naik, seorang ulama perbandingan agama kelas dunia yg berasal dari India, seorang ulama yg terkenal sangat brillian, dimana dalam setiap ceramah ataupun diskusi/debat ilmiah tentang agama, dia selalu dapat menyebutkan dalil2x yg tepat untuk setiap permasalahan yg merujuk pada kitab2x suci agama Islam, Yahudi, Kristen, dan Hindu, dimana semuanya dia menyebutkan secara hapal diluar kepala, dan dilakukan di hadapan masing2x umat agama2x tersebut termasuk ulama2x dan pendeta2xnya.

    Hal itu tidak mungkin berani ia lakukan kalau memang tidak mempunyai kemampuan untuk memahami & menghapal masing2x kitab suci tersebut (meskipun mungkin utk kitab2x selain Al-Qur’an tidak 100% hafal). Itupun mungkin masih ada kitab2x agama lain lagi yg juga ia juga paham & hapal isinya, misalnya kitab2x agama Budha, yg hal ini belum saya ketahui karena belum pernah melihat ceramahnya atau debat ilmiah religi-nya yg berhubungan dg agama Budha, kalau yg berhubungan dg agama Islam, Kristen, Yahudi, dan Hindu, saya sudah melihatnya sendiri.

    Ada satu hal yg menjadi dasar apabila kita ingin untuk mengetahui ajaran dari suatu agama dg lebih baik, yaitu dari kitab suci-nya.

    Ya benar, kitab suci-nya. Hal ini juga membuat saya teringat saat SD dulu pernah diajarkan bahwa

    syarat sebuah ajaran/kepercayaan dapat dikatakan sebagai agama, adalah adanya kitab suci.

    Tanpa itu tidak layak sebuah ajaran/kepercayaan dipandang sebagai sebuah agama.

    Orang dapat mengatakan agamanya mengajarkan ini dan itu, bahwa mereka harus mempercayai dan melakukan ini dan itu, tapi jika itu semua ternyata berbeda atau bertentangan dg apa yg disebutkan dalam kitab sucinya, maka semua yg dipercayai atau dijalankan itu mungkin saja tidak akan ada gunanya. Karena dalam agama apapun selalu ada (sedikit atau banyak) pengaruh kebudayaan atau bahkan pemikiran/ajaran yg dianggap orang menjadi bagian dari ajaran agama tsb, tapi ternyata bukan seperti itu yg diajarkan dalam kitab sucinya. Dan ternyata bila kita membaca dan mempelajari suatu agama langsung dari kitab sucinya, kita akan menemui hal2x yg sangat menarik yg mungkin sangat berbeda dari pemahaman kita semula tentang suatu agama, seperti yg sudah dilakukan dg sangat baik oleh ulama2x besar perbandingan agama seperti Ahmed Deedat dan Zakir Naik, seperti topik utama yg akan kita bahas dalam tulisan ini.

    Definisi Hindu

    Agama Hindu adalah sebuah agama yg berasal dari daratan India, kemudian baru menyebar ke seluruh dunia. Sesungguhnya kata Hindu memiliki definisi geografis, yaitu orang atau keadaan orang yg menghuni di sekitar sungai Sindu. Menurut ahli sejarah, kata Hindu pertama kali dipergunakan oleh orang Persia ketika pertama datang ke India melalui jalan sebelah barat laut Himalaya. Menurut Encyclopedia of Religion and Ethics vol. 6 ref 699 : kata Hindu tidak ada disebutkan dalam setiap literatur India, bahkan dalam kitab sucinya sendiri sebelum orang Muslim datang ke India.

    Menurut Jawaharlal Nehru dalam bukunya : Discovery of India page : 74 – 75 –> kata Hindu pertama kali digunakan pada abad ke 8 pada masa Persia, dan tidak pernah digunakan untuk menerangkan pengikut agama tertentu, tapi untuk menunjukkan suatu komunitas masyarakat. Dan kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Inggris untuk menunjukkan kepercayaan sebagian besar orang India.

    Menurut Encyclopedia Britanica vol. 20 Ref. 581 : kata Hindu pertama kali digunakan oleh penulis Inggris pada tahun 1830 untuk menggambarkan keadaan dan kepercayaan orang India. Dan karena berasal dari orang Inggris, maka kata itu sekarang menjadi bahasa Inggris.

    Sebenarnya orang Hindu terpelajar keberatan thd penggunaan kata itu, karena menurut mereka itu salah kaprah. Seharusnya nama agama Hindu adalah : Sanata Dharma (agama yg abadi), Vedic Dharma (agama Weda), atau Vedantist (pengikut Weda). Hal ini karena kata Sanata Dharma, Vedic, ataupun Vedantist memang ada tersebut dalam kitab2x suci Hindu. Apalagi saat ini agama Hindu sudah menyebar ke seluruh dunia, bukan hanya menjadi kepercayaan yg dianut oleh orang India saja.

    Definisi Islam

    Islam berasal dari kata bahasa arab “salam” yg artinya “damai”, atau kata “Slim” yg artinya penyerahan diri pada Tuhan. Jadi Islam berarti : kedamaian yg didapat karena penyerahan diri pada Tuhan. Dan semua yg menyerahkan diri kepada Tuhan disebut muslim.

    Kata Islam banyak terapat dalam Qur’an dan hadits nabi spt di QS. Al-Baqarah(2) : 208, sedangkan kata muslim banyak juga terdapat dalamQur’an & hadits spt pada QS. Ali Imran(2) : 64

    Sebenarnya menurut kepercayaan agama Islam, adalah salah kalau mengatakan Islam adalah sebuah agama yg didirikan oleh nabi Muhammad. Islam sudah ada sejak dahulu, sejak manusia pertama ada di bumi ini. Nabi Muhammad bukanlah pendiri Islam, melainkan penutup para nabi. Jadi sebelum nabi Muhammad telah ada banyak nabi2x yg lain yg juga mengemban amanat Tuhan untuk menyebarkan ajaran agama dari Tuhan.

    Konsep Tuhan dalam Hindu

    Menurut orang Hindu awam, Tuhan bisa ada 1, 10 ,100, 1000, atau mungkin sejuta.

    Tapi kalangan Hindu yg terpelajar (umat Hindu yg mempelajari kitab suci & sejarah Hindu) akan mengatakan bahwa ajaran Hindu hanya percaya pada satu Tuhan.

    Kebanyakan umat Hindu menganut paham Phanteism/Fantaisme (Pancaran), yaitu “Everything is God” (semua adalah Tuhan). Matahari, bulan, bintang, bahkan ular-pun dianggap Tuhan. Sedang umat Islam menganut paham “Everything is God’s” (semuanya milik Tuhan). Pohon, manusia, bumi, bulan, bintang, dll. semua adalah milik Tuhan. Dalam Hindu –> God, dalam Islam –> God’s, perbedaannya hanya pada “’s”. Maka jika umat Hindu & Islam sepakat pada “’s” ini maka mereka akan bersatu.

    Kitab suci Hindu

    Kitab Hindu terbagi dalam 2 kategori besar, yaitu : Sruti dan Smiriti. Sruti = sesuatu yg diturunkan, yg didengar, yg dirasakan, dan yg dipahami. Inilah yg diakui oleh cendekiawan Hindu sebagai wahyu Tuhan dan derajatnya lebih tinggi dari kitab2x lain. Sruti terbagi dua yaitu : Weda dan Upanishad.

    Veda diambil dari kata sansekerta “ved” yg artinya : pengetahuan. Jadi Weda artinya : pengetahuan yg sangat mulia.

    Veda dibagi menjadi :

    Rigveda –> inti weda

    Yajurveda –> tentang mantra

    Samaveda –> tentang melodi

    Atharva veda –> formula magis

    Veda dianggap paling dijamin keasliannya & paling di kramatkan, serta dianggap bernilai wahyu dari Tuhan.

    Usia yg pasti dari kitab ini tidak ada yg tahu, ada bermacam-macam pendapat. Dari yg bilang sudah 1310 juta tahun, sampai ada juga yg mengatakan hanya sekitar 400 tahun saja. Siapa yg menulis, diturunkan pada siapa, kapan pertama kali diturunkan, tidak ada yg tahu.

    Kitab “kelas dua” setelah Sriti adalah Smriti. Smriti artinya ingatan. “sm” berarti mengingat. Cendekiawan Hindu mengatakan kitab ini bukan dari Tuhan, tapi buatan manusia sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Ada juga kitab itihas – epik, ada 2 epik besar yaitu : Ramayana & Mahabarata yang mengisahkan tentang peperangan.

    Ayat2x tentang Tuhan dalam kitab Hindu

    Dalam kitab Upanishad :

    Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 menyatakan bahwa Tuhan hanya ada satu.

    Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak punya ibu dan bapak, Dia tidak punya tuan dan pelindung.

    Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sesuatupun yg menyerupai Dia

    Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 menyatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat. Tidak ada orang yg mampu melihat dg mata.

    Dalam kitab suci Hindu yg paling sering dibaca orang yaitu Bhagavad Gita :

    Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 menyatakan bahwa Dia tidak dilahirkan, tak ada permulaan, Tuhan seru sekalian alam.

    Dalam kitab utama Hindu, Veda :

    Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah

    Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci

    Yajurveda Ch. 40 V. 9 menyatakan bahwa “Andhatma pravishanti” artinya memasuki, dan “assambhuti” artinya benda/alam seperti api, air, dan udara. Maksudnya mereka yg menyembah benda/alam spt api, air, udara, telah masuk kedalam kegelapan

    Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar

    Pada Rigveda yg dianggap paling suci, pada Rigveda Bk. 1 Hymn 64. V. 46 dinyatakan : Tuhan itu Maha Esa, panggillah Dia dg berbagai nama. Di Islam juga ada 99 nama untuk Tuhan yang satu.

    Juga diulangi pada Rigveda Bk. 10 Hymn 114 V. 5 menyatakan Tuhan itu satu tapi Dia disebut dg nama yg bermacam-macam

    Pada Rigveda Bk. 2 Hymn 1 menyatakan bahwa ada 33 nama yg ditujukan pada Tuhan, diantaranya :

    Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Brahama (pencipta), bahasa arabnya Choliq. Umat muslim tidak keberatan kalau Allah dipanggil dg Khalik atau Creator, atau Brahama. Tapi kalau orang menyebutkan Brahama itu adalah Tuhan yg berkepala 4 dg mahkota, umat muslim sangat tidak setuju.

    Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 menyatakan tidak ada satu makhlukpun yg menyerupai Tuhan.

    Rigveda Bk. 2 Hymn 1 V. 3 : Vishnu (Wishnu) artinya Sustainer (pemelihara alam), yg memberi rizki. Bahasa arabnya adalah “Rabb”. Orang muslim tidak keberatan Allah disebut Rabb, Vishnu, Sustainer, Cheriser. Yg jadi masalah adalah Vishnu adalah Tuhan yg punya 4 tangan, tiap tangan memegang cakra, tangan kirinya memegang rumah kerang, menaiki seekor burung garuda sambil bersandar pada gulungan ular. Umat muslim tidak bisa menerima itu.

    Apalagi Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan

    Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu

    Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”

    Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.

    Konsep Tuhan menurut Islam

    Jawaban terbaik umat Islam tentang Konsep Tuhan adalah apa yg terdapat pada QS. Al-Ikhlas (112) : 1 – 4 :

    Ayat 1 : Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa”

    Ayat 2 : Allah tempat meminta segala sesuatu

    Ayat 3 : Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

    Ayat 4 : dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.

    Ternyata ayat2x dalam kitab2x Hindu yg disebut diatas tadi mempunyai kecocokan dg apa yg tertulis dalam surat Al-Ikhlas, seperti sebagai berikut :

    QS. Al-Ikhlas (112) : 1 = Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 –> Tuhan hanya satu.

    QS. Al-Ikhlas (112) : 2 = Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 –> Dia adalah Tuhan semesta alam

    QS. Al-Ikhlas (112) : 3 = Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 –> Tuhan tidak punya bapak & ibu

    QS. Al-Ikhlas (112) : 4 = Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 dan Yajurveda Ch. 32 V. 3 –> tidak ada yg menyerupai Tuhan

    Ayat2x dalam QS. Al-Ikhlas dalam Al-Qur’an dan ayat2x dalam kitab2x Hindu tadi adalah merupakan batu ujian terhadap keimanan. Jika ada yg mengatakan bahwa dia atau sesuatu itu Tuhan, masukkan pada ayat2x dari Qur’an dan kitab2x Hindu tadi, bila lulus, maka dia atau sesuatu itu benar adalah Tuhan, tapi kalau gagal maka dia/sesuatu itu bukanlah Tuhan.

    Sebagai contoh :

    Ada “sebagian” umat Hindu yg menyatakan bahwa Bhagwan Rajneesh adalah Tuhan. Dalam kitab suci Hindu memang tidak ada satupun yg menyatakan dia adalah Tuhan, tapi ada orang2x yg menyatakan dia sbg Tuhan. Untuk mengetahui seseorang/sesuatu adalah Tuhan, masukkan dalam ayat2x tadi, kalau lulus, dia benar Tuhan, kalau tidak berarti dia “Tuhan palsu”.

    Al-Ikhlas ayat 1 : dia unik / hanya satu2xnya? Tidak. Masih banyak orang lain yg mengaku sebagai Tuhan. Banyak orang juga menjalani kehidupan seperti dia : makan, minum, tidur, berbicara, dll.

    Al-Ikhlas ayat 2 : dia mutlak dan abadi? Tidak. Dia penderita asma, penyakit gula, dan nyeri punggung kronis. Tuhan penyakitan? Dan pada akhirnya dia juga mati seperti manusia lainnya. Tuhan mati?

    Al-Ikhlas ayat 3 : dia tidak dilahirkan dan tidak punya ayah-ibu? Dia lahir di India dan punya ayah-ibu. Th 1981 dia pergi ke Amerika dan melakukan ribuan kunjungan di Amerika, kemudian membangun sebuah kota di daerah Oregon yg bernama Rajneesh furm. Tapi kemudian dia ditangkap di Amerika dan pemerintah Amerika menaruhnya di Furmbash. Dan dia mengaku sebagai Tuhan di Amerika. Dan orang yg mengaku Tuhan itu minta rokok ketika di penjara. Tuhan dipenjara? Tuhan minta rokok? Setelah dia kembali ke India, di kota Puna dia kembali membuat markas yg dikenal sbg masyarakat Osho. Di sana ada sebuah prasasti bertuliskan “Rajneesh tidak pernah lahir dan tidak pernah mati, pernah singgah di planet bumi pada tgl 11 des 1991 s/d 19 jan 1990”. Tapi mungkin mereka lupa mencantumkan kalau ia pernah tidak diijinkan masuk ke 21 negara karena tidak punya visa. Tuhan yg menciptakan dunia harus mengemis visa untuk masuk ke negara2x yg terdapat dalam bumi yg telah diciptakan-Nya ?

    Al-Ikhlas ayat 4 : tidak ada makhluk yg menyerupai Tuhan. Jadi apapun dan siapapun di jagat raya ini yg dibandingkan dg Tuhan, maka dia bukanlah Tuhan. Rajneesh adalah manusia yg sama dg manusia lain. Makhluk apapun di alam semesta ini tidak ada yg akan lolos dari ayat ini untuk dapat dinyatakan sebagai Tuhan.

    Orang Islam memanggil Tuhannya dengan nama “Allah”. Sekalipun kata “Allah” secara umum bisa diartikan sebagai Tuhan, tapi nama ini adalah nama yg unik, benar2x menyatakan ke-esa-an Tuhan, tidak bisa seperti kata “God” dalam bahasa Inggris yg bisa jadi Gods, Godes, God father, God mother, dll. yg tidak dapat digunakan untuk meyatakan ke-esa-an Tuhan. Bahkan kalau dalam bahasa Indonesia kita mengenal dua kata yg berbeda untuk “Tuhan” dan “Dewa”, maka kata “God” dalam bahasa Inggris tidak bisa membedakannya. Misalnya kata “God of gambler” bukan diartikan sebagai Tuhannya penjudi, tapi diartikan sebagai Dewa Judi.

    Konsep kehidupan dan kematian dalam Hindu

    Umumnya umat Hindu percaya apa yg dinamakan “Samsara”, yaitu perputaran kelahiran & kematian berulang kali, yg dikenal dg nama “Reinkarnasi”. Yaitu orang yang sudah mati rohnya akan berpindah pada sosok lain yang akan lahir kembali di dunia. Bila amalannya baik, maka ia akan terlahir kembali dg kehidupan yg lebih baik, tapi bila amalannya jelek ia akan terlahir kembali dg kehidupan yg buruk atau menjadi makhluk yg lebih rendah derajatnya. Begitulah terjadi berulang kali. Mereka mengatakan konsep Samsara inilah yg dapat menjawab mengapa ada orang yang lahir cacat dan miskin. Sebab untuk apa Tuhan menciptakan orang cacat dan orang miskin di dunia ini? Begitulah kepercayaan umum kebanyakan umat Hindu.

    Akan tetapi ternyata hal ini tidak terdapat dalam Weda. Yg disebutkan Weda hanya “Punarjanam” atau hidup berikutnya atau hidup lagi, tapi bukan perputaran hidup-mati.

    Para cendekiawan Hindu mengatakan bahwa tidak pernah ada konsep perpindahan roh / reinkarnasi dalam Weda.

    Rigveda Bk. 10 Hymn 16 V. 4 – 5 berbicara mengenai kehidupan sesudah mati, bukan perputaran hidup-mati.

    Dalam Weda juga terdapat konsep surga dan neraka yg mirip dg konsep dalam Islam. Surga digambarkan sbg tempat yg sangat indah, banyak mengalir sungai susu, buah2xan bermacam-macam, tempatnya indah, dll. Neraka juga digambarkan mrip dg konsep dalam Islam, dimana neraka digambarkan dg gambaran api, dimana di neraka orang akan mengalami penderitaan.

    Konsep kehidupan dan kematian dalam Islam

    Terdapat beberapa ayat yg dapat jadi acuan :

    QS. Al-Baqarah(2) : 28 menyebutkan bahwa manusia pada awalnya adalah mati, kemudian dihidupkan oleh Allah, lalu akan mati dan dibangkitkan kembali.

    QS. Al-Mulk(67) : 2 menyebutkan bahwa Allah yg menciptakan hidup untuk jadi batu ujian. Hidup ini adalah ujian untuk kesuksesan di akhirat.

    QS. Ali-Imran (3) : 185 menyebutkan bahwa setiap jiwa akan merasakan mati, pada hari akhir akan diperhitungkan semua amalan manusia. Orang2x yg selamat dari siksa api neraka dan memasuki surga, di sana mereka akan mendapatkan apa yg mereka inginkan di dunia, dunia ini hanyalah berisi permainan dan tipuan belaka.

    QS. Al-Baqarah (2) : 24 isinya menjelaskan tentang neraka.

    Dalam konsep Islam, manusia lahir ada yg kaya, miskin, sehat, cacat, semua adalah ujian bagi manusia. Dan karena ujian yg berbeda-beda itulah kehidupan bisa berlangsung.

    Minuman keras dalam Hindu dan Islam

    QS. Al-Maidah(5) : 90 menyebutkan larangan terhadap minuman keras, judi, menyembah berhala, mengundi nasib, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaitan. Dan menyuruh menjauhi perbuatan itu agar mendapat keberuntungan.

    Dalam Hindu ternyata juga ada konsep yg serupa :

    Minuman keras dilarang dalam kitab2x Hindu : Manusmriti Ch. 9 V. 235, Manusmriti Ch. 11 V. 55, Rigveda Bk. 8 Hymn 2 V. 12, dan banyak lagi bagian yg lain

    Judi dilarang dalam kitab Weda, misalnya : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 3

    Mengundi nasib dg bermain dadu dilarang, mis : Rigveda Bk. 10 Hymn 34 V. 13

    Hal2x yg berhubungan dg meramal adalah dosa, mis : Manusmriti Ch. 9 V. 258

    Poligami dalam Hindu dan Islam

    Telah dikenal secara luas bahwa dalam Islam terdapat konsep poligami. Masalah yg belakangan sempat jadi isu kontroversial dg pendapat yg pro dan kontra. Secara umum pula banyak orang (di dalam ataupun di luar Islam) telah menganggap bahwa konsep poligami hanya ada di agama Islam. Tentang topik ini lebih lengkap anda bisa membaca tulisan saya tentang Poligami.

    Di Islam konsep Poligami terdapat dalam surat An-Nisa’ ayat 3. Bagaimana dalam Hindu? Adakah disebutkan tentang poligami? Beberapa yg hal dapat dijadikan acuan adalah :

    Vishnusutra Ch. 24 V. 1 menyebutkan kalau ayahanda Sri Rama punya 4 istri

    Mahabarata Anushasana Parva Sec. 15 menyebutkan Krisna punya 16100 istri

    Jika dianalisa, orang Hindu boleh mempunyai istri berapapun ia mau, hanya pemerintah India saja yg membatasi dg mengeluarkan undang2x perkawinan pd th 1956 bahwa orang Hindu hanya boleh menikah dg 1 istri, sedangkan kitab sucinya membolehkan sesukanya.

    Dalam data pemerintah India, terdapat data poligami dari seluruh penduduk India, bahwa dalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1961 – 1971 orang muslim yg berpoligami sebanyak 4.31% dari jumlah komunitasnya, sedangkan orang Hindu yg poligami adalah sebanyak 5.06% dari jumlah komunitasnya.

    Jihad dalam Hindu dan Islam

    Hindu juga punya konsep Jihad yg sama dg Islam yaitu berjuang/berperang melawan kebathilan, seperti pada : Bhagavat Gita 2 : 50 ketika Krisna menyuruh Arjuna untuk berjihad, “Berjihadlah engkau demi memperoleh “Yoga” (syahid). Jihad itu demi kebaikan kamu, Jihadlah!

    Kalau di Al-Qur’an terdapat kisah2x tentang perang, Kitab Mahabarata adalah kitab yg berisi peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Kitab setebal ribuan halaman itu isinya hanya kisah peperangan.

    Bhagavat Gita –> adalah berisi nasihat Sri Krisna kepada Arjuna di medan pertempuran

    Bhagavat Gita Ch.1 V. 42-46 –> Arjuna berkata pada Sri Krisna kalau ia lebih baik mati tak bersenjata tanpa perang daripada harus membunuh saudara sepupu (Kurawa)

    Bhagavat GitaCh. 2 : 2 –> Krisna berkata, “Oh Arjuna kenapa pikiran kotor itu bisa masuk ke dalam benakmu? Kalau engkau enggan berperang, engkau tidak akan masuk surga, kenapa engkau berkata seperti itu, itu bisa melemahkan hatimu.”

    Bhagavat Gita Ch. 2 : V.31-33 –> Hai Arjuna, kamu ini satria, kamu harus berperang. Dengan begitu engkau akan masuk surga, mereka tidak.

    Rukun Islam dalam Hindu

    Hadits Bukhari Vol 1 kitab Iman hadits no 8 menyatakan : Islam itu terdiri atas 5 tiang : Syahadat, Sholat, puasa, zakat, haji.

    Syahadat –> kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah (konsep Tuhan yang Esa) dan Muhammad adalah utusan Allah. Di atas sudah dibuktikan bahwa konsep Tuhan yang Esa memang ada dalam Hindu. Dan tentang Muhammad adalah utusan Tuhan juga sudah pernah kita bahas di tulisan “Muhammad adalah nabi umat Hindu?”

    Sholat –> kegiatan utama dlm sholat adalah bersujud, seperti terdapat pada : QS. Ali-Imron(3) : 43 dan QS. Al-Hajj(22) : 77. Dalam Hindu ada banyak bentuk peribadatan, salah satunya disebut “Shastang” yg artinya menyembah dg 8 anggota badan. Bila kita perhatikan sujud juga dilakukan dg 8 anggota badan, yaitu : dahi, hidung, 2 telapak tangan, 2 lutut, dan 2 kaki. Jadi dalam Hindu juga ada konsep beribadah dg bersujud seperti dalam sholat.

    Zakat –> Rigveda Bk. 10 Hymn 117 ayat 5 menjelaskan tentang berderma.

    Puasa –> Manusmriti Ch. 4 ayat 222 dan Manusmriti Ch. 6 ayat 24 menyebutkan tentang puasa

    Rigveda Bk. 3 Hymn 29 ayat 4 menyebutkan tentang “Ilaspad” yg artinya adalah juga baitullah. Dan juga dikatakan berada ditengah2x dunia “prathvi”. Dan kita tahu letak Mekkah ada ditengah dunia pada daerah garis Katulistiwa. Hal yg sama Juga disebut pada Rigveda Bk. 1 Hymn 128 V. 1

    Jadi ternyata dalam Hindu juga terdapat konsep yang mirip dg Rukun Islam.

    Kembali ke ajaran kitab suci

    Sumber referensi pada akhir ceramahnya menyampaikan suatu hal yang sangat menarik tentang ajakan untuk kembali ke kitab suci sebagai dasar utama ajaran agama. Karena hanya dengan kembali ke kitab suci-lah seseorang dapat menemukan esensi sebenarnya dari ajaran agamanya yg mungkin saja tidak pernah diketahuinya karena minimnya akses umat ke kitab suci, dan selama ini hanya menerima saja apa yg diberikan oleh pemimpin agama mereka. Masalahnya adalah banyaknya para pemuka agama yg melarang umatnya untuk membaca kitab suci, membuat terhalangnya umat untuk memahami kitab sucinya.

    Islam yg tidak mengenal konsep kependetaan sebagai perantara antara umat dan Tuhannya dapat menjadi contoh yg bagus dimana justru dengan tidak adanya konsep kependetaan itu membuat umat Islam mempunyai akses terhadap kitab sucinya jauh lebih besar dibandingkan umat2x agama lainnya.

    Ia juga berpendapat, seperti umat Islam yg tetap menjaga bahasa arab dalam Al-Qur’an, seharusnya umat Hindu juga menghidupkan lagi bahasa Sansekerta sebagai alat untuk memahami kitab sucinya, karena seperti yg sudah sering berhasil ia buktikan dalam berbagai diskusi agama, sebuah kitab suci akan lebih dapat dipahami dg benar apabila ia dibaca dan dipahami melalui bahasa aslinya. Ia mengatakan, Jika orang Hindu memahami kitab sucinya dg baik, mereka akan menemukan bahwa kitab suci Hindu dan Islam sama berbicara tentang Tuhan yg satu, mereka akan punya misi yg sama seperti yg dikatakan oleh nabi Muhammad, dan mereka akan percaya adanya kehidupan setelah kematian.

    Beberapa pertanyaan yg mungkin timbul dari apa yg dipaparkan di atas tadi adalah :

    Kalau ternyata banyak ajaran yg sama antara Hindu dan Islam, apakah itu berarti bahwa umat Hindu juga bisa disebut Ahlul Kitab? Jawaban ini mungkin bisa mewakili : “Dalam pandangan Islam, mungkin saja kitab Hindu adalah dari Tuhan dan tokoh2xnya adalah nabi utusan Tuhan. Tapi andaikata itu benar, itu hanya untuk masa itu aja dan untuk umat tertentu saja, yg mana setelah nabi Muhammad datang dg ajarannya untuk seluruh umat manusia, itulah yg harus diikuti.”

    Dalam ajaran Islam jelas menyatakan bahwa pada masa sebelum Al-Qur’an dan nabi Muhammad, sudah terdapat ajaran dan kitab2x suci dari Tuhan, tetapi setelah nabi Muhammad dan Al-Qur’an muncul, itulah versi terakhir dan terlengkap untuk menyempurnakan semua ajaran2x Tuhan yg telah diturunkan sebelumnya.

    Lantas kalau agama Hindu itu memiliki banyak kesamaan dg Islam, apakah kita setuju dg pendapat bahwa semua agama adalah sama? Beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan :

    Kalau semua agama sama, tidak akan ada orang yg berdakwah untuk agamanya. Bahkan semua orang tidak akan keberatan untuk berpindah agama sebulan sekali misalnya. Tapi kenyataannya tidak mudah bagi seseorang untuk berpindah agama, termasuk mereka yg sering berteriak menyatakan bahwa semua agama adalah sama. Hanya mereka yg benar2x telah menemukan alasan yg benar2x kuat secara pribadi-lah yg mampu melakukannya.

    Mengatakan semua agama sama adalah seperti menanyakan 2+2 = berapa? apakah 2, 3, atau 4?, lalu ada orang yg menjawab bahwa semuanya benar. Hal ini tentu saja tidak benar. Dari sekian banyak agama pasti ada yg 100% firman Tuhan. Tidak masalah mana yg seorang percayai kalau ia yakin pilihannya adalah 100% benar, karena itu adalah haknya. Tapi karena perbedaan itu pasti ada, cara terbaik mengetahui mana yg paling baik dan paling benar, adalah dg mengumpulkan semua kitab suci agama2x dan mempelajarinya, kemudian memilih yg paling baik dan paling benar diantaranya.

    Maka kalau kita ingin mengetahui apakah semua agama memang sama, atau apakah semua agama memang beda dan ingin mengetahui yg paling benar diantaranya (dan ini merupakan hak setiap orang), jalan satu-satunya adalah dengan mempelajari dan mendalami perbandingan agama dg mencari tahu sebanyak mungkin ajaran2x utama dari berbagai agama (nomor 1 adalah dari kitab sucinya) dan mengadakan studi komparatif secara ilmiah terhadapnya. Karena kalau kita juga mempelajari agama2x lain untuk mencari kebenaran yg merupakan hak semua orang, maka insyaallah Tuhan juga akan menunjukkannya pada kita.

    -rkh-

    “Tulisan ini dibuat bukan untuk menggali perpecahan, tetapi justru untuk menanam kebersamaan sesuai dg tema ceramah dari sumber referensi yg dg ceramahnya itu berharap agar umat kedua agama dapat melihat sebuah inti persamaan dalam agama mereka, sehingga mereka akan lebih mudah untuk bersatu (hal ini didasarkan pada kerapnya terjadi pertikaian antara kedua pemeluk agama tsb di India sana).”

    “Tentu saja orang boleh berbeda pendapat asal dapat menyikapinya secara baik dan dewasa. Semoga dapat berguna bagi kita semua dalam pencarian kebenaran yg hakiki.” :)

    Referensi :

    - Ceramah dr. Zakir Abdul Karim Naik, seorang ulama perbandingan agama terkenal dari India, dalam topik : “Persamaan antara Hindu dan Islam (Similarities between Hinduism and Islam)”

  • Emberrrrrrr

  • Saudara admin

    Pengertian islam menurut pandangan islam adalah : (Arab: al-islām, الإسلام "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang pengikut di seluruh dunia,Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan Allāh).kata Islam yang lebih spesifik lagi didapat dari bahasa Arab Aslama, yang bermakna "untuk menerima, menyerah atau tunduk" dan dalam pengertian yang lebih jauh kepada Tuhan.pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan" atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

    Lima Rukun Islam

    Islam memberikan banyak amalan keagamaan. umat islam wajib memegang Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah komunitas.Tambahan dari Lima Rukun, hukum Islam (syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan.

    Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:

    1. Mengucapkan dua kalimah syahadat yaitu Mengaku tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    2. Mendirikan salat wajib lima kali sehari.

    3. Berpuasa pada bulan Ramadan.

    4. Menunaikan zakat.

    5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.

    disamping rukun islam yang bersifat wajib diatas diatas, masih banyak lagi amalan-amalan yang yang mesti dijalankan oleh umat islam dalam mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah SWT

    Enam Rukun Iman

    Islam mewajibkan umatnya mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:

    1. Iman kepada Allah

    2. Iman kepada malaikat Allah

    3. Iman kepada Kitab Allāh (Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur dan suhuf)

    4. Iman kepada nabi dan rasul Allah

    5. Iman kepada hari kiamat

    6. Iman kepada qada dan qadar

    Tuntunan dalam melaksanakan Rukun Islam dan Rukun Iman

    Islam mewajibkan umatnya untuk berpegang teguh dalam menjalankan syariat agamanya berdasarkan Al Quran dan Sunnah

    Al Quran adalah Wahyu / Firman Allah yang disampaikan kepada Muhammad SAW melalui malaikat jibril yang isinya adalah pedoman dan tuntunan bagi umat islam dalam menjalani kehidupannya

    Sunnah adalah ucapan, tindakan dan persetujuan Muhammad SAW sebagai penjelas atas wahyu / firman Allah yang ada didalam Al Quran

    Sehingga kalau dilihat dari corak dan struktur kepercayaan yang ada didalam islam, maka menurut pandangan saya, dari sudut aqidah atau kepercayaan agama islam sangat berbeda dengan agama-agama yang lainnya

    Namun walau berbeda secara aqidah, masih mungkin juga terdapat beberapa kesamaan dari berbagai sudut pandang yang lainnya

    Islam saya kira sangat terbuka kalau ada kalangan diluar islam yang ingin mempelajari atau ingin mengetahui lebih dalam mengenai islam, dan dengan senang hati kami akan coba menjelaskannya

  • Saudara Irwadi Tanjung,

    Islam kemungkinan besar bukan berarti berserah diri kepada ALLAH. Dari artikel sejarah yang dapat kita baca istilah Islam mulai dikenal sejak banyaknya peperangan yang mengatas namakan diri mereka Islam.

    Namun saya sangat banyak berharap Islam itu berarti berserah diri kepada ALLAH. kenapa? karena itulah ciri agama yang benar yaitu agamanya Ibrahim (QS 4:125) yaitu secara "Ikhlas" berserah diri kepada ALLAH yang kita sebut dengan satu kata "TAQWA". (QS 43:63)

    karena Quran memberikan contohnya melalui kehidupan Ibrahim maka kita akan melihat itu dilakukan oleh Isa Almasih, dimana mereka berdua telah terbukti berserah diri kepada ALLAH bahkan sampai mati tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan apalagi membalas perang dengan perang lainnya.

    Namun sangat disayangkan orang yang sangat di idolakan umat Islam yaitu Muhammad, telah gagal menjadi teladan iman yang kuat kepada ALLAH.

    mari kita melihat bukti-bukti di dalam Quran bagaimana berkali-kali ALLAH terus menegur Muhammad untuk bersabar barang sebentar.

    pertama-tama QS 5:92, ALLAH menandaskan bahwa kewajiban seorang rasul (utusan) hanya menyampaikan pesan ALLAH dengan cara menerangkan (bukan perang)

    sedangkan pembalasan (peperangan ALLAH melawan Iblis dan pengikutnya) sudah ditentukan jadwalnya oleh ALLAH dan kita kenal dengan Hari Pembalasan (QS 1:4; 15:36-38)

    ALLAH terus menasihati Muhammad untuk bersabar dan tidak membalas melalui ayat-ayat berikut QS 73:10-12; 68:44

    Ingat kata "sebentar" menurut ALLAH bisa jadi "lambat" menurut manusia karena 1 hari menurut ALLAH, 1000 tahun menurut manusia (QS 22:47; 32:5)

    Dan Muhammad juga manusia yang sama seperti kita memiliki sifat "tergesa-gesa" (QS 21:37,38)

    Namun ALLAH terus mengajar kepada manusia apa artinya iman yang kuat, yaitu pergi menghindar atau siap mati di dera karena tidak membalas (QS 4:66)

    Sangat disesalkan Muhammad tidak mengindahkan nasihat-nasihat tadi dan menjadi orang-orang yang ragu akan janji ALLAH sehubungan dengan pembalasan-Nya di masa depan. (QS 46:9)

    Dan dibuktikan pada tahun 623M (1 Hijrah), Muhammad mulai melakukan banyak peperangan mengataskan namakan ALLAH selama 9 tahun dan terbuktilah bahwa hanya ALLAH nanti di masa depan yang sanggup "membinasakan secara total" karena hanya ALLAH yang memiliki kekuatan yang diumpamakan dengan api yang membinasakan (QS 73:10-12)

    Itulah mengapa ALLAH mengatakan serahkan kepadaKu. namun karena Muhammad mengandalkan kekuatan tangan manusia maka peperangan dengan mengatas namakan ALLAH sekalipun malah menghasilkan banyak penderitaan lainnya.

    Sedangkan jika seluruh umat ALLAH menghindar sebisa mungkin dan tersebar di seluruh penjuru dunia maka umat ALLAH tidak akan bisa dihantam habis karena bumi kita luas (bukti solusi dari ALLAH lebih unggul) dan jika sekalipun mati di dera maka ALLAH sanggup membangkitkan kita di masa depan dimana bumi kita sudah tidak ada lagi yang berlaku tidak taat kepada ALLAH karena sesuai "jadwalNya" ALLAH telah membinasakan mereka semua.

    sudah hampir 1500 tahun berlalu sejak Muhammad ditegur maka itu berarti baru 1,5 Hari bagi ALLAH, bukankah itu "sebentar".

    Untunglah nubuatan menulis bahwa Hari Pembalasan akan datang di jaman kita tidak lama lagi, maka teruslah tunggu bahkan meski umur kita tidak sampai.

    itulah artinya "ikhlas berserah diri kepada ALLAH".

  • @Joheun Chingu

    Islam sememangnya bererti berserah diri kepada Allah. Istilah Islam adalah dikenal sejak ianya difirmankan oleh Allah melalui Al-Quran.

    QS 3:85 وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَـٰمِ دِينً۬ا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِى ٱلۡأَخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِينَ

    "wa may yabtagi gairal-islami dinan fa lay yuqbala minh wa huwa fil-akhirati minal-khasirin"

    QS 3:85 Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi.

    QS 6:125 فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُ ۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُ ۥ لِلۡإِسۡلَـٰمِ‌ۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُ ۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُ ۥ ضَيِّقًا حَرَجً۬ا ڪَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ

    ڪَذَٲلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ

    "fa may yuridillahu ay yahdiyahu yasyrah sadrahu lil-islam wa may yurid ay yudillahu yaj'al sadrahu dayyiqan harajan ka'annama yassa' 'adu fis-sama kazalika yaj' alulahur-rijsa 'alallazi la yu' minun"

    QS 6:125 Maka sesiapa yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah petunjuk kepadanya nescaya Ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam; dan sesiapa yang Allah kehendaki untuk menyesatkannya, nescaya Ia menjadikan dadanya sesak sempit sesempit-sempitnya, seolah-olah ia sedang mendaki naik ke langit (dengan susah payahnya). Demikianlah Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak beriman.

    Justeru jelas istilah Islam itu adalah difirmankan Allah dan bukannya dikenal sejak banyaknya peperangan yang mengatas namakan diri mereka Islam seperti yang kamu nyatakan.

    Jika kamu baca semula QS 3:85 itu, maka didapati bahawa Allah sendiri yang mengesahkan bahawa hanya Islam sahaja adalah agama yang diterima oleh Nya. Juga Allah sendiri yang mengesahkan bahawa tiada agama lain yang diterima olehNya selain daripada islam. Justeru mana-mana kelompok yang tidak berada dalam Islam maka mereka akan tergolong sebagai golongan yang rugi di ahirat kelak. Ini adalah yang difirmankan Allah melalui Al-Quran.

    Justeru amat jelas bahawa Islam itu bermaksud berserah diri kepada Allah. Lihat ayat di bawah

    QS 3:68 Sesungguhnya orang-orang yang hampir sekali kepada Nabi Ibrahim (dan berhak mewarisi agamanya) ialah orang-orang yang mengikutinya dan juga Nabi (Muhammad) ini serta orang-orang yang beriman (umatnya - umat Islam). Dan (ingatlah), Allah ialah Pelindung dan Penolong sekalian orang-orang yang beriman.

    Ayat QS 3:68 itu adalah pengesahan daripada Allah bahawa hanya orang-orang yang mengikuti Nabi Ibrahim dan juga Nabi Muhammad serta umat islam sahaja adalah golongan yang hampir dengan Nabi Ibrahim.

    Seterusnya perintah berperang oleh Allah ke atas umat Islam.

    QS 2:216 Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya.

    Justeru tuduhan bahawa Nabi Muhammad tidak mengendahkan nasihat-nasihat Allah dalam mengadakan perang adalah sesuatu yang amat tidak berasas.

    Ayat QS 73:10-12 dan QS 68:44 adalah ayat yang berkaitan dengan usaha Nabi Muhammad dalam menyeru umat manusia kepada Islam. Justeru mana-mana manusia yang tidak mahu menerima seruan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, maka kewajipan Nabi Muhammad adalah hanya menyampaikan sahaja. Nabi Muhammad diminta bersabar jika terdapat kelompok manusia yang tidak mahu beriman dengan Islam, tetapi mereka tidak pula menunjukkan permusuhan dan mengancam keselamatan umat Islam. Manakala kelompok yang tidak mahu beriman dengan Islam dan dalam masa yang sama mereka mengadakan permusuhan dan mengamcam keselamatan umat Islam, maka itu barulah diperintahkan Allah kepada umat islam untuk memerangi kelompok tersebut.

    Lihat pada sejarah, di Madinah sendiri semasa zaman Nabi Muhammad, tidak semuanya menerima Islam. Namun disebabkan mereka juga tidak memusuhi Islam, maka tiadalah mereka itu diperangi. Hanya apabila terdapat kelompok yang bergabung dengan kelompok Arab Quraisy dari Mekah untuk memerangi penduduk Madinah, maka barulah kelompok itu diperangi.

    Justeru tanggapan Nabi Muhammad dikatakan tidak mengendahkan nasihat-nasihat Allah adalah hanya tuduhan yang amat tidak berasas.

    Sebaliknya lihat apa yang difirmankan Allah mengenai Nabi Muhammad di bawah,

    QS 68: 2-4 Engkau (wahai Muhammad) - dengan sebab nikmat pemberian Tuhanmu - bukanlah seorang gila (sebagaimana yang dituduh oleh kaum musyrik, bahkan engkau adalah seorang yang bijaksana). Dan sesungguhnya engkau tetap beroleh pahala yang amat besar, yang tidak putus-putus, (sebagai balasan bagi menjalankan ajaran Islam); Dan bahawa sesungguhnya engkau mempunyai akhlak yang amat mulia.

    Allah sendiri mengakui bahawa Nabi Muhammad itu sebagai seorang yang mempunyai akhlak yang amat mulia.

  • @Mdzamri Mdzin pertama-tama yang harus kita pahami adalah bahwa ALLAH saat ini tidak mengajar manusia langsung dengan suara dari surga, namun mengajar manusia melalui tulisan-tulisan kudus-Nya. itulah mengapa yang dianggap ayat pertama diberikan kepada Muhammad adalah

    QS 96:1-5 Iqra (baca, pahami dan ceritakan) dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Iqra, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (pena), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

    lalu apa yang harus Muhammad baca? tentu ayat-ayat ALLAH yang sudah tertulis sejak jaman Musa maupun tulisan-tulisan lainnya yang benar dari ALLAH meskipun tulisan tangan manusia namun terbukti pikiran ALLAH.

    Apa ciri-ciri kita bisa membedakan mana tulisan ALLAH dan mana yang bukan?

    QS 4:82 Sekiranya itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.

    jika ayat-ayatnya saling bertentangan yaitu prinsip-prinsipnya saling tumpang tindih, atau bertentangan dengan sifat ALLAH atau tidak dapat menjelaskan berbagai perkara maka itu bukan dari ALLAH.

    suatu kitab hanya bisa disebut berasal dari ALLAH jika 99% bahkan jika mungkin 100% tidak saling bertentangan dan AlQuran telah menyebutkan diantaranya yaitu Kitab Musa

    QS 6:154 Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.

    Dan tentu kita harus periksa terlebih dahulu apakah ayat-ayat pada kitab itu saling bertentangan atau tidak. Namun bukti beratus-ratus tahun Kitab Musa terbukti tidak saling bertentangan hingga sekarang masih terus diperiksa.

    Maka pikirkanlah, ALLAH itu pribadi yang cerdas berbeda dengan manusia yang plin plan (sebentar bilang A sebentar bilang B) dan ALLAH selalu banyak menggunakan perumpamaan yang tepat

    QS 39:27 Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.

    maka mari kita juga berbicara menggunakan perumpamaan:

    semua orang bisa mengaku sebagai orang jujur namun kita pasti hanya akan mengatakan dia orang jujur jika terbukti jujur. sedangkan banyak orang yang mengaku jujur namun terbukti penipu dan korupsi maka kita akan menyebut mereka bukan orang jujur

    predikat orang jujur tidak diatur oleh suatu badan kemanusiaan sehingga menjadi orang jujur tidak diatur oleh sertifikat tertentu. coba bayangkan apa jadinya jika predikat orang jujur hanya ditentukan oleh suatu organisasi manusia? sehingga walau anda jujur namun tidak diakui oleh organisasi itu karena pasti namanya organisasi manusia banyak syarat-syarat yang berbelat belit, maka yakinlah banyak para penipu dan koruptor akan punya sertifikat sebagai orang jujur di dunia ini.

    sekarang mari kita ganti kata "orang" menjadi "agama" dan kata "jujur" menjadi "benar".

    semua agama dapat mengatakan dirinya paling benar, namun tentu harus dibuktikan kebenarannya bukan atas pandangan manusia namun pandangan ALLAH dan dibuktikan oleh tulisan-tulisan yang tidak saling bertentangan.

    jika Islam itu berarti berserah diri kepada ALLAH maka saya akan setuju namun pertanyaannya adalah seperti istilah "jujur" apakah berarti bahwa kita dapat disebut Islam hanya jika organisasi manusia memberikan kita sertifikat Islam? apakah menjadi Islam itu harus sesuai dengan syarat-syarat dari organisasi manusia itu? Jika organisasi manusia itu punya wewenang dari ALLAH maka apakah sudah dipastikan bahwa organisasi itu bukan penipu?

    sama halnya juga dengan istilah Muslim (orang yang mencintai kedamaian) dan istilah Kristen (pengikut Almasih) tidaklah bisa sembarang mengakui atau hanya organisasi manusia tertentu yang memiliki hak untuk memiliki cap itu, Tidak.

    Semua istilah tersebut hanya dapat di berikan kepada seseorang jika orang itu terbukti melakukan sesuai dengan makna dari istilah yang dipredikatkan.

    orang jujur tidak selalu mereka menyebut diri sendiri jujur, namun meskipun demikian banyak orang tetap akan menyebut dirinya orang jujur karena telah terbukti jujur.

    sejak awal kita semua tahu bahwa ALLAH telah memberikan jalur yang benar melalui:

    QS 29:27 Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya

    Namun apakah di QS 96 tadi ALLAH memerintahkan Muhammad untuk mengikuti agama yahudi? Tidak bukan! tetapi harus mengikuti apa yang telah tertulis dan terbukti tidak bertentangan tulisannya.

    karena agama kental dengan aturan dan tradisi manusia itulah mengapa kita semua diajak untuk membaca dan memeriksanya langsung dari sumbernya. Agar kita semua bisa tahu mana agama yang benar-benar kumpulan Hamba ALLAH dan mana agama yang palsu.

    Istilah-istilah seperti Kristen, Muslim dan Islam memiliki makna yang baik dan pasti Hamba ALLAHnya Ibrahim akan disebut dengan istilah-istilah yang baik tadi. tetapi lihatlah bagaimana manusia mengaku-ngaku dan menjadikan istilah-istilah itu menjadi buruk dan terpecah belah.

    QS 30:31,32 dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

    persis seperti tertulis diatas, mereka yang terpecah belah selalu menyatakan dirinya atau ajarannya yang paling benar.

    Maka jika anda yakin bahwa Islam itu berarti berserah diri kepada ALLAH maka jadilah Islam menurut buktinya karena sebentar lagi kedok organisasi keagamaan palsu akan segera dibongkar oleh sekutunya yaitu pemerintahan manusia.

    Silahkan anda baca baik-baik di dalam ALQuran bahwa ajaran seperti takdir dan neraka adalah ajaran yang memfitnah ALLAH dan bertentangan dengan sifat-sifat ALLAH dan pastinya bertentangan dengan ajaran Alkitab ataupun ajaran AlQuran.

    QS 3:78 Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

    dan bukankah banyak agama mengajarkan takdir bahkan hampir semua agama mengajarkan neraka?

    maka semua agama itu akan segera menerima kebinasaan.

    Tunggulah sebentar lagi karena

    QS 6:158 Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)".

  • @Joheun Chingu

    Apa yang harus di baca oleh Nabi Muhammad adalah wahyu yang disampaikan oleh Allah dan yang dibawakan oleh malaikat Jibril. Itulah yang harus dibacakan oleh Nabi Muhammad.

    QS 17:6 Dan Al-Quran itu Kami bahagi-bahagikan supaya engkau membacakannya kepada manusia dengan lambat tenang; dan Kami menurunkannya beransur-ansur.

    Bukannya ayat-ayat Allah yang sudah tertulis sejak zaman Nabi Musa yang harus dibacakan oleh Nabi Muhammad itu. Kesilapan pemahaman kamu menyebabkan kamu terus dilanda salah faham dalam tanggapan-tanggapan kamu yang lainnya.

    Al-Quran itu sememangnya daripada Allah.

    QS 3:7 Dia lah yang menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran.

    QS 4:166 tetapi Allah sentiasa menjadi saksi akan kebenaran Al-Quran yang telah diturunkanNya kepadamu.

    QS 15:9 Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya.

    Dan sehingga kini tiada satupun ayat daripada Al-Quran yang didapati sebagai ayat yang salah. Justeru jika tiada sebarang kesalahan di dalam al-Quran, maka ternyata bahawa Al-Quran itu sememangnya daripada Allah.

    QS 4: 82 Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak di dalamnya.

    Sejak awal kita semua tahu bahwa Allah telah memberikan jalur yang benar melalui:

    QS 29:27 Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya.

    Ini adalah amat saya persetujui. Justeru itu jika kamu fahami secara mendalam ayat QS 29:27 itu, maka terbukti bahawa Nabi Muhammad itu adalah rasul yang diutuskan Allah. Ini kerana ayat QS 29:27 itu menjelaskan bahawa Allah akan menganugerahkan kenabian dan kitab kepada keturunan Nabi Ibrahim. Justeru itulah yang berlaku di mana Allah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, juga menurunkan Zabur kepada Nabi Daud, juga menurunkan Injil kepada Nabi Isa dan Allah juga menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad. Semuanya itu adalah keturunan daripada Nabi Ibrahim.

    Seterusnya takdir dan neraka adalah bukannya ajaran yang menfitnah Allah. Seperti firman Allah di bawah

    QS 25:2 dan Dia lah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu lalu menentukan keadaan makhluk-makhluk itu dengan ketentuan takdir yang sempurna.

    QS 2:24 maka peliharalah diri kamu dari api neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu-batu (berhala), (iaitu neraka) yang disediakan untuk orang-orang kafir.

    Tiada hujah untuk kamu mengatakan takdir dan neraka itu sebagai ajaran yang memfitnah Allah dan bertentangan dengan sifat Allah. Malah itulah yang amat menepati sifatNya yang Maha Kuasa.

    Seterusnya ayat QS 3:78 itu adalah menyentuh berkenaan dengan kitab-kitab Allah terdahulu yang telah diselewengkan oleh manusia. Ianya bukan berkenaan dengan Al-Quran. Ini kerana sekali lagi saya nayatakan bahawa Allah telah berfirman,

    QS 15:9 Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan Kamilah yang memelihara dan menjaganya.

    Justeru Allah akan memelihara Al-Quran daripada sebarang penyelewengan oleh manusia. Jika ada manusia yang cuba menyelewengkan Al-Quran dengan mengadakan satu kitab yang lain yang dikatakan sebagai al-Quran, maka kitab yang lain itu akan dapat dikenali dan diketahui oleh umat Islam sebagai kitab yang palsu. Itulah maknanya Allah akan terus memelihara Al-Quran. Sebaliknya kitab-kitab terdahulu itu telah Allah nyatakan telah diselewengkan oleh manusia. Selain QS 3:78 itu, Allah juga memfirmankan,

    QS 2:79 Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab Taurat dengan tangan mereka (lalu mengubah Kalam Allah dengan rekaan-rekaan mereka), kemudian mereka berkata: "Ini ialah dari sisi Allah", supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit. Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu.

    QS 4:46 Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah (atau menukar ganti) Kalamullah (isi Kitab Taurat), dari tempat dan maksudnya yang sebenar,

    Dan seterusnya tunggulah kerana saya juga hanya mengatakan "Tunggulah kamu (akan apa yang kamu berhak mendapatnya), dan kami pun sebenarnya menunggu (akan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada kami)".

  • @Mdzamri Mdzin ALLAH adalah pribadi yang cerdas, begitu juga Manusia diciptakan dengan akal yaitu kecerdasan yang sempurna saat ALLAH menciptakan Adam. Meskipun kecerdasan manusia menurun tidak berkembang karena Adam telah membuat kita sebagai keluarga manusia jauh dari ALLAH. Namun tetap saja otak yang dirancang pada umumnya dapat memahami apa yang benar dan apa yang salah selama kita membaca dan melihat bukti-bukti dari apa yang ALLAH berikan kepada kita semua.

    Itulah mengapa QS 4:82 menyatakan pentingnya untuk memahami bahwa cara memeriksa apakah tulisan itu tulisan dari ALLAH atau bukan yaitu jika ditemukan banyak pertentangan maka itu bukan dari ALLAH. bagaimana caranya? yaitu dibaca dan pahami dengan akal sehat kita, karena hanya orang yang menggunakan akalnya (pikiran yang sehat) yang bisa mendapat petunjuk (QS 2:269).

    akal / pikiran yang sehat adalah cara berpikir yang sederhana dengan memahami persamaan "ruas kiri sama dengan ruas kanan", itulah mengapa persamaan itu adalah hal dasar dalam ilmu hitung. begitu juga untuk menentukan apakah suatu tulisan itu dari ALLAH atau bukan harus menggunakan persamaan tadi. Jika dari ALLAH maka tulisan itu akan menceritakan nama ALLAH yang benar, maksud tujuannya kepada manusia, mengajarkan kasih ALLAH dan masih banyak lagi hal-hal yang saling melengkapi dan bersesuaian dengan kehidupan kita yang sebenarnya di alam semesta ini. Namun jika bertentangan (bukan sama dengan) maka itu bukan dari ALLAH.

    AlQuran, ALkitab atau buku-buku manapun di dunia ini sama, yaitu ditulis oleh manusia namun yang membedakan tulisan itu dari ALLAH atau tidak adalah buah pikirannya yang walau berbeda jaman hingga ribuan tahun tulisan itu tetap ditemukan benar dan tidak saling bertentangan.

    Itulah mengapa kita harus memeriksanya dengan cara yang benar, karena ada uang asli namun hati-hati banyak juga uang palsu beredar namun ada cara membedakannya.

    QS 3:78 Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

    QS 2:176 Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).

    QS 6:154 Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.

    QS 5:82 Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat rahib (orang yang mengabdikan diri untuk ALLAH), (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

    Silahkan periksa Alkitab maka anda akan menemukan kebenaran ayat-ayat diatas, itulah mengapa saya katakan semua orang bisa mengaku sebagai orang jujur namun jika penipu dan korupsi kita tidak akan sebut mereka orang jujur bukan!

    Bangsa yahudi sampai hari ini Alkitabnya sama, Orang yang ngaku-ngaku kristen sampai hari ini Alkitabnya sama namun silahkan buktikan mana dari antara mereka yang benar-benar mengajarkan Alkitab dan mana yang memutar-mutar lidahnya dan mengaku sepihak bahwa mereka mengajarkan Alkitab padahal buktinya 0 besar.

    Kitab musa sampai hari ini telah terbukti menjadi salah satu buku yang digunakan banyak manusia hingga sekarang untuk menjelaskan berbagai hal yang tidak dipahami, mulai dari satu-satunya nama ALLAH pernah ditanya Musa, perincian dari pencipataan bumi selama 6 masa (QS 25:59) dan masih banyak lagi.

    dan AlQuran tidak pernah menulis bahwa Alkitab usang, tidak perlu lagi dibaca atau Alkitab itu salah dan dipalsukan. TIDAK PERNAH DAN SILAHKAN BACA SELURUH AYAT DI ALQURAN.

    apalagi anda tanpa saya kutip sudah tahu kan ayat yang mengatakan bahwa "perkataan ALLAH tidak ada yang dapat mengubahnya, karena ALLAH sanggup memeliharanya". Dan terbukti yang palsu itu orang yang mengaku-ngaku mengajarkan Alkitab atau AlQuran padahal mereka tidak mengajarkan apa yang tertulis didalamnya.

    Semua agama palsu punya kesamaan yaitu mengajarkan ajaran yang MEMFITNAH ALLAH karena agama-agama itu berasal dari Iblis (dalam bahasa yunani diablos yang berarti "pemfitnah").

    Tidak ada di dalam Alkitab dalam bahasa ibrani maupun yunani maupun AlQuran dalam bahasa arab yang menulis tentang "neraka" dalam teks dan konteksnya atau maknanya sekalipun. Namun banyak agama memaksakan ajaran itu ditulis dan diajarkan turun temurun.

    Itulah mengapa hamba ALLAH yang benar tidak pernah mengajarkan kebencian atau kelompok2. tidak seperti banyak agama yang berbondong-bondong saling mengaku agama paling benar padahal arti kata agama mereka tidak diikuti dengan benar.

    Silahkan buktikan mrk yang mengaku Islam dan Muslim apakah tindakan mereka mencerminkan orang yang berseru hanya kepada ALLAH dan cinta damai sampai rela mati tidak membalas? atau silahkan buktikan mereka yang mengaku Kristen apakah tindakan mereka sesuai seperti ajaran Isa Almasih yaitu mengasihi ALLAH, sesama bahkan musuh-musuh, dan terus memberikan kesaksian tentang ALLAH dan kabar baik maupun peringatan ke semua orang di sekitar kita.

    Maka anda hanya akan menemukan satu agama saja yang benar-benar melakukan itu semua meskipun mereka tidak mengaku orang jujur namun mrk berbukti jujur, meskipun mereka tidak mengaku Islam, Muslim atau Kristen namun mereka berbukti sebagai Islam, Muslim maupun Kristen dari tingkah laku dan tindakan mereka yang berbukti sejak 100 tahun yang lalu.

    Namun seperti biasa mereka tidak pernah mengaku-ngaku agama paling benar dan mereka hanya mengajak kita untuk baca kembali dari sumbernya yaitu Tulisan-Tulisan Kudus yang terbukti kebenarannya karena manusia atau agama bisa salah. Dan benar mereka pernah salah dan mengakuinya, namun apakan pernah agama yang anda kenal didapati bersalah dan mengaku dan bertobat.

    Nah jangan-jangan anda yang selalu diperdaya oleh politik, agama palsu dan harga diri maka berhati-hatilah

    QS 35:5 Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

    Ingat Hukuman bagi orang-orang yang tidak taat bukanlah siksaan kekal namun sesungguhnya hukumannya adalah Kebinasaan Abadi (QS 25:65)

    Itulah mengapa tipu daya dapat membuat orang saling menyalahkan dan menganggap apa yang ada di kelompoknya paling benar (QS 30:32)

    dan berhati-hatilah dengan harga diri itu adalah ajaran Iblis (QS 7:11,12)

    karena hanya karena harga diri, manusia ataupun agama bisa jadi akhirnya tidak menaati perintah ALLAH persis seperti Iblis dulu kala yang tidak mau disama derajatkan dengan Manusia akhirnya perintah ALLAH di langgar.

  • Agama yang benar bukan hanya melarang orang untuk tidak membunuh namun agama yang benar tidak akan membiarkan umatnya melakukan penyembahan berhala dalam bentuk apapun.

    Rokok dikenal jaman sekarang sebagai life style namun sebagian menyatakan sebagai "pembunuh" namun sedikit orang yang sadar bahwa rokok diperuntukan sejak awal mula oleh suku Indian Amerika sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan roh-roh. Tentu saja kita sebut musryik.

    Maka Agama yang benar pasti seluruh umatnya tidak merokok bukan dengan alasan karena racun namun lebih dialaskan karena berhubungan dengan penyembahan berhala.

    Apakah anda menemukan agama yang seperti itu? Ya kita bisa menemukan agama yang serius seperti itu. Mereka bukan orang-orang aneh meskipun mereka seperti orang asing yang tinggal di negeri orang karena negeri mereka adalah negeri yang ALLAH janjikan di masa depan yaitu saat mana kala Kerjaan ALLAH yang memerintah satu-satunya (QS 25:26)

    Mereka adalah orang-orang yang sangat mengasihi ALLAH, sesama bahkan musuh-musuhnya.

    ALLAH sebentar lagi akan membinasakan orang yang tidak berlaku taat. namun agar ALLAH tidak dianggap zalim maka perlu agar semua orang dengan cara yang terang dapat mendengar berita kabar baik atau peringatan tersebut.

    QS 26:208,209 Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.

    hampir setiap menit manusia-manusia baru lahir tentu tidaklah cukup jika hanya orang-orang tertentu yang memberikan peringatan tersebut apalagi orang-orang tertentu sudah tidak ada di bumi ini.

    maka itulah seluruh hamba ALLAH harus menunjukan bahwa mereka mengasih ALLAH, sesama bahkan musuh-musuh dengan cara memberitakan kabar baik dan peringatan kepada orang-orang disekitar tinggal.

    bayangkan seraya setiap orang memanfaatkan 24 jam untuk bekerja dan menikmati hidup mereka namun hamba-hamba ALLAH menggunakan waktu mereka lebih banyak untuk dicerca, dianiaya, baik-baik datang memberikan informasi dari kitab ALLAH namun ditolak, kadang panas kadang hujan dan kadang di larang pemerintahan manusia namun mereka tetap rela berkorban karena kasih tadi dan terus memberitakan kabar baik maupun peringatan sampai akhir hayat atau sampau Hari ALLAH tiba nanti.

    QS 48:8 Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,

    QS 33:44-48 Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru bagi Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.

    QS 42:7 Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk Jannah, dan segolongan masuk Jahannam.

    ada cukup perincian di dalam AlQuran dan ada banyak perincian di dalam Alkitab pentingnya pekerjaan memberitakan kabar baik dan kabar peringatan sampai Hari Pembalasan yang sudah ALLAH janjikan kepada umat manusia datang.

    agar semua orang yang tidak menaati ALLAH pada saat ditanya "Apakah utusan ALLAH belum datang?" maka mereka yang dihukum tersebut tidak dapat mengelak dan mengatakan "Mereka sudah pernah datang", namun tentunya tidak didengar sehingga saat ALLAH menghukum yaitu tidak dengan zalim karena sudah diberitahu sebelumnya oleh hamba-hamba ALLAH yang terbukti benar bukan ajarannya saja namun tingkah lakunya di bumi selama ini. (QS 40:50-56)

    Dan itu bukan hanya bagi orang yang ingin disebut Islam atau Muslim, namun semua orang yang ingin melayani ALLAH-nya Ibrahim maka harus memberitakan kabar baik dengan cara-cara yang telah ditulis baik di dalam ALkitab maupun ALQuran.

    Isa Almasih berkata, "Bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (QS 43:63; 3:50)

    Kitab Matius 24:14 Dan kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.

    Kitab Matius 28:20 ajarlah mereka menjalankan semua perkara yang aku perintahkan kepadamu. Dan, lihat! aku menyertai kamu sepanjang masa sampai penutup sistem ini.”

    Kitab Kisah 1:8 tetapi kamu akan menerima kuasa pada waktu roh kudus datang ke atasmu, dan kamu akan menjadi saksiku di Yerusalem maupun di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke bagian yang paling jauh di bumi.”

    itu semua dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kasih yang dalam kepada ALLAH, sesama bahkan kepada orang yang dianggap musuh (orang yang berbuat buruk kepada kita)

    Kitab Matius 5:44-48 Akan tetapi, aku mengatakan kepadamu: Teruslah kasihi musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu; agar kamu menjadi putra-putra Bapakmu yang di surga, karena dia membuat mataharinya terbit atas orang-orang yang fasik dan yang baik dan menurunkan hujan atas orang-orang yang adil-benar dan yang tidak adil-benar. Karena jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apa upahmu? Bukankah para pemungut pajak juga melakukan hal yang sama? Dan jika kamu memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, hal luar biasa apa yang kamu lakukan? Bukankah orang-orang dari bangsa-bangsa juga melakukan hal yang sama? Oleh karena itu, kamu harus sempurna, seperti Bapak surgawimu sempurna.

    Maka memberitakan kabar baik juga kewajiban orang yang mau mengaku sebagai Kristen.

    Kesimpulannya jika anda ingin mengaku Islam atau Kristen maka jangan hanya ngaku-ngaku bener namun pastikan anda dengan iklas rela berkorban memberitakan kabar baik maupun peringatan sampai Hari Pembalasan (kiamat) tiba atau umur kita tiba tergantung mana duluan yang datang nanti.

    Karena Buah mangga jatuh tidak jauh dari pohonnya. jangan cuma omong namun buktikan bahwa anda adalah SAKSI BAGI ALLAH.

  • @Joheun Chingu

    Ada sebahagian yang saya bersetuju dengan kamu dan banyak juga yang saya tidak sependapat dengan kamu. Bagi saya bukan Nabi Adam yang membuat manusia jauh daripada Allah. Yang membuat seseorang manusia itu jauh daripada Allah adalah disebabkan oleh pilihan manusia itu sendiri. Semua manusia diberikan akal oleh Allah yang mana dengan akal ini seseorang manusia itu dapat menilai yang mana benar dan yang mana salah. Justeru melalui para rasul Allah, juga kitab-kitab Allah, maka seseorang manusia itu akan mampu untuk mencari dan mengenal Allah jika mereka mahu untuk menggunakan akal yang dikurniakan Allah itu dengan sebenar-benarnya. Justeru jangan menyalahkan orang lain di atas kesesatan seseorang manusia atau atas kesesatan diri sendiri.

    Apa yang berlaku yang menyebabkan manusia terkeluar daripada syurga dan turun ke bumi adalah sudah menjadi ketentuan Allah. Ini kerana sememangnya manusia itu diciptakan Allah untuk menjadi khalifah di bumi.

    QS 2:30 Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi".

    Seterusnya saya berpendapat Al-Quran, bible kristian dan buku-buku lain adalah tidak saling sama antara satu sama lain. Al-Quran bukannya kitab yang ditulis oleh manusia seperti apa yang kamu nyatakan terhadap bible kristian dan buku-buku lain itu. Al-Quran adalah wahyu Allah yang dibawa oleh malaikat Jibrail kepads Nabi Muhammad, cumanya wahyu Allah itu dituliskan supaya ianya dapat dibaca, diamati dan dihayati oleh semua terutamanya untuk generasi selepas zaman Nabi Muhammad. Dan berkenaan bible kristian, sememangnya sudah melangkaui ribuan tahun tetapi ternyata kitab tersebut tidak mempunyai sifat tahan diuji apabila telah ditemukan kesalahan-kesalahan di dalamnya yang mana kesalahan ini pun tidak dapat dinafikan oleh kelompok kristian itu sendiri. Contoh-contoh kesalahan ini telah saya paparkan seperti dalam tajuk-tajuk "Permasalahan ayat Genesis 11:12 dalam bible kristian", "Kesalahan/Permasalahan di antara ayat Lukas 3:33 dan Matius 1:4" dan banyak lagi. Kamu boleh lihat sendiri yang mana kelompok kristian itu sendiri tidak dapat memberi komentar/penjelasan bagi permasalahan ayat-ayat bible tersebut. Dan sebelum ini pun dalam ruangan diskusi yang lain, komentar-komentar yang pernah diberikan oleh individu-individu kristian adalah mereka terpaksa menafikan suatu ayat dalam bible mereka demi untuk membenarkan ayat yang lain dalam bible tersebut dan terdapat juga komentar di mana sesetengah individu dari kelompok kristian ini yang tetap mempercayai bible mereka secara membuta tuli walaupun mereka mengakui bible mereka itu telah mengandungi kesalahan. Justeru itu bagi saya Al-Quran tidak pernah sama dengan bible. Al-Quran masih utuh dan tidak akan ditemui kesalahan di dalamnya walaupun selama ini pihak non-muslim berusaha menelitinya untuk mencari kelemahan/kesalahan dalam Al-Quran. Itulah perbezaan antara Al-Quran dan bible jika dilihat dari segi status/kredibiliti ayat-ayat bagi kedua-dua kitab tersebut. Begitulah, jika berfikir dengan akal yang sihat, perkara ini akan dapat dilihat dengan mudah. Dan banyak lagi kesalahan-kesalahan di dalam bible itu yang belum lagi saya paparkan dalam ruang diskusi facebook ini kerana masa /kelapangan yang tidak mengizinkan.

    Saya juga tidak bersetuju apabila kamu mengatakan selama ini kitab orang yahudi dan kitab orang kristian itu tetap sama. Allah telah menyatakan melalui Al-Quran iaitu,

    QS 2:79 Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab Taurat dengan tangan mereka (lalu mengubah Kalam Allah dengan rekaan-rekaan mereka), kemudian mereka berkata: "Ini ialah dari sisi Allah", supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit. Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu.

    QS 4:46 Di antara orang-orang Yahudi ada yang mengubah (atau menukar ganti) Kalamullah (isi Kitab Taurat), dari tempat dan maksudnya yang sebenar,

    Justeru mustahil kitab-kitab itu tetap sama apabila mereka telah melakukan pengubahan ke atas kitab tersebut. Terdapat tindakan sesetengah individu kristian, demi untuk menunjukkan kepada umat Islam akan kebenaran kitab mereka, maka mereka mengatakan bahawa kitab Taurat dan Injil yang disebutkan oleh Al-Quran ada terdapat dalam kitab bible mereka. Ini sememangnya satu tanggapan yang sangat salah. Sememangnya dapat dibuktikan bahawa kitab-kitab yahudi dan kristian itu bukanlah lagi kitab Taurat dan kitab Injil yang disebutkan oleh Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa. Allah menyatakan bahawa di dalam Taurat dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa terdapat makluman berkenaan dengan seorang nabi yang ummi yang diutuskan Allah.

    QS 7:157 "Iaitu orang-orang yang mengikut Rasulullah (Muhammad s.a.w) Nabi yang Ummi, yang mereka dapati tertulis(namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka."

    Perutusan nabi yang ummi ini tidak terdapat dalam bahagian taurat dan injil yang terdapat dalam bible kristian itu. Justeru taurat dan injil di dalam bible kristian itu bukanlah Taurat dan Injil yang disebutkan dalam Al-Quran. Sebab itulah umat Islam tidak dapat menganggap kitab orang yahudi dan kristian itu tetap sama dari dulu hingga kini. Orang kristian pun tidak dapat mengatakan bahawa kitab mereka itu tetap sama dari dulu hingga kini apabila mereka sendiri pun tidak dapat menafikan bahawa bible mereka itu telah mengandungi kesalahan. Jika dulu bible mereka tiada kesalahan, namun sekarang bible mereka sudah mengandungi kesalahan. Justeru buku yang tiada kesalahan tidak akan sama dengan buku yang sudah salah. Kecualilah jika kelompok kristian ini dapat membuktikan bahawa bible mereka itu masih bersih daripada sebarang kesalahan. Namun sehingga kini ianya tidak dapat dilakukan oleh kelompok kristian ataupun yahudi itu. Ataupun kecualilah jika kelompok kristian dan yahudi mahu mengakui bahawa kitab mereka itu telah mengandungi kesalahan semenjak asal. Maka itu barulah dapat dikatakan kitab mereka itu tetap sama dari semenjak asal hingga kini. Namun mahukah kelompok-kelompok ini mengakui sedemikian? Sudah tentu tidak. Ini kerana hal sedemikian akan mengundang isu yang lain pula.

    Kitab yang ramai pembacanya tidak menjanjikan bahawa kitab tersebut masih benar sebagai kitab daripada Allah. Kitab Musa yang kamu sebut itu sendiri sudah mengalami kesalahan. Contohnya ayat Genesis 11:12, sila baca pertentangan ayat tersebut antara dua manuskript yang telah saya paparkan iaitu manuskript Hebrew Masoret dan manuskript Yunani Septuaginta. Baca di link ini https://apps.facebook.com/forumforpages/137187549638189/f75745c2-02ab-4307-a4a2-527f603ab986/0 ataupun dalam tajuk "Permasalahan ayat Genesis 11:12 dalam bible kristian". Kesalahan ini adalah sesuatu yang tidak mampu dinafikan oleh kelompok kristian. Justeru tiada hujah untuk mengatakan kitab yahudi dan kristian masih sama dari dulu hingga kini jika kelompok-kelompok ini tidak dapat membuktikan bahawa tiada sebarang kesalahan di dalam kitab-kitab mereka.

    Seterusnya sememangnya ada ayat Al-Quran yang memberi makna bahawa orang yahudi dan kristian itu telah menyelewengkan kitab asal yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa. QS 2:79 dan QS 4:46 itu adalah antara ayat-ayat tersebut. Sila fahami dengan baik ayat-ayat itu. Perkataan Allah tidak akan dapat diubah itu pula adalah merujuk kepada Al-Quran. Bukannya merujuk kepada kitab-kitab yang terdahulu.

    QS 6:115 Dan telah sempurnalah Kalimah Tuhanmu (Al-Quran, meliputi hukum-hukum dan janji-janjiNya) dengan benar dan adil; tiada sesiapa yang dapat mengubah sesuatupun dari Kalimah-kalimahNya; dan Dia lah yang sentiasa Mendengar, lagi sentiasa Mengetahui.

    Dan sememangnyalah Allah berupaya jika Dia mahu memelihara kitab-kitab terdahulu, namun Dia tidak berkeinginan kepada perkara tersebut. Dia hanya memelihara Al-Quran yang merupakan kitab terakhir yang diturunkan.

    Di sinilah kita harus berfikir secara sihat yang mana agak aneh jika kelompok kristian mendakwa sesiapapun tidak akan dapat mengubah firman Allah dalam kitab-kitab terdahulu apabila mereka sendiri tidak dapat menafikan kesalahan telah wujud dalam bible mereka itu sehinggakan mereka berada di dalam dilemma apabila terdapatnya satu ayat yang sama tetapi berlainan versi di dalam manuskript yang berbeza sehinggakan mereka tidak dapat mengetahui secara pasti ayat versi manakah yang menyamai naskah asalnya.

    Dan seterusnya saya rasa pendapat kita berbeza apabila menyentuh berkenaan dengan tindakan orang Islam yang mencerminkan orang yang berseru hanya kepada Allah dan cinta damai. Cinta damai dalam Islam bukan bermaksud tidak mengadakan sebarang pertentangan apabila keselamatan diri sendiri dan masyarakatnya diancam oleh pihak musuh. Cinta damai dalam Islam adalah tidak mengadakan/mendatangkan permusuhan terhadap kelompok masyarakat yang inginkan perdamaian. Dan sifat “amal maa’ruf nahi mungkar” adalah mencermainkan orang Islam itu sentiasa berseru kepada Allah yang mana orang Islam sentiasa mengajak kepada melakukan kebaikkan dan mencegah daripada sebarang kemungkaran. Dan melalui amalan “amal maa’ruf nahi mungkar” itulah kelompok Islam sentiasa mengkhabarkan berita baik kepada semua sama ada muslim ataupun non muslim, saling tegur menegur demi kebenaran dan sentiasa memberikan peringatan kepada hari pembalasan demi untuk mencegah kemungkaran.

    Dan yang terakhir, berkenaan dengan rokok, kita juga berbeza pendapat. Saya tidak mengatakan rokok itu baik, malah dalam Islam pun ada difatwakan bahawa rook itu adalah haram. Contohnya Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-37 telah memutuskan bahawa merokok adalah haram di sisi Islam kerana kemudharatannya. Namun begitu seharusnya kesalahan tidak diletakkan pada sesuatu agama jika terdapatnya perlakuan seseorang yang menganut sesuatu agama itu yang tidak menepati apa yang disarankan dalam agama tersebut.

  • @ Mdzamri Mdzin

    Benar setiap manusia melakukan kesalahannya dan menganggung sendiri kesalahannya

    QS 41:46 Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.

    namun perhatikan baik-baik kisah adam tersebut bahwa Adam diusir keluar dari Taman (Jannah) setelah Adam melanggangar petunjuk ALLAH tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Dan Adam memilih untuk melakukan apa yang buruk yaitu dengan makan buah yang dilarang (buruk menurut ALLAH) tersebut.

    semula Adam bisa langsung berbincang-bincang dengan ALLAH saling sahut menyahut jika kita lebih jauh melihat rinciannya pada kitab Musa. Namun sejak Adam di usir dari Taman itu maka terputuslah hubungan ALLAH dengan Keluarga Besar Adam dan termasuk keturunannya.

    Kenapa? Karena dari pilihan yang ALLAH berikan kepada Adam mengandung makna bahwa Adam mau ikut ALLAH atau mau hidup menurut diri sendiri. Jika ingin ikut ALLAH maka taatilah seluruh yang ALLAH perintahkan namun sangat disesalkan bahwa nenek moyang kita Adam memilih untuk hidup menurut dirinya sendiri.

    Akibatnya keturunan Adam ikut terkena imbasnya dan harus berjuang untuk hidup tanpa pengetahuan dari ALLAH bagaimana cara bertanam yang baik, bagaimana cara melahirkan tidak sakit dan masih banyak lagi yang hingga sekarang ilmu pengetahuan hanyalah suatu ujicoba / experimental dimana kita pun sering melakukan kesalahan dalam pengujian-pengujian tersebut maka semakin mempengaruhi kesalahan yang kita buat.

    Contoh saya pernah menyaksikan seorang ibu mengendarai motor tanpa helm dan melawan arus arah boncengan 3 sama anak-anaknya. Kelihatannya hal itu sepele namun kenyataannya hal itu ditiru oleh anak-anaknya. Maka akhirnya terciptalah kebiasaan bahwa jika tidak ada pak polisi kita bisa seenaknya mengendarai motor kita tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sehingga sering berakibat kemacetan bahkan kecelakaan maut terjadi.

    Nah saya tidak menimpakan kesalahan kepada Adam namun kesalahan Adam adalah salah satu penyebab keburukan semakin banyak terjadi dan sering kali orang menuduh ALLAH sama seperti Adam di dalam kitab Musa menuduh ALLAH dengan menyatakan Dia memakan buah terlarang karena Hawa yang ALLAH sediakan baginya.

    Sebagai ilustrasi ada sebuah perusahaan yang di kelola oleh Adam dan didalamnya banyak karyawan yang bekerja lalu suatu ketika Adam atau perusahaan punya Hutang dan dianggap bangkrut maka berakibat banyak yang di phk dan tidak bisa bekerja lagi. Apakah itu kesalahan karyawan? tentu tidak bukan!

    Itulah yang dimaksud kesalahan Adam awal parahnya kesalahan yang dibuat oleh keturunannya hingga hari ini. Itulah salah satu jawaban mengapa ada yang lahir kaya dan ada yang lahir miskin karena bergantung dari keadaan orang tua kita yang bisa jadi karena kesalahan-kesalahan sebelumnya yang dibuat oleh orang tua kita atau nenek moyang kita. Bukan ALLAH yang menentukan kita lahir menjadi orang kaya atau miskin. (QS 4:40,79)

    Dan sehubungan dengan surga, apakah anda tidak meriset bahwa kata surga itu berasal dari kepercayaan Hindu yang digunakan oleh misionaris Islam agar penganut Hindu memahami tentang Jannah?

    Sejak awal ALLAH menciptakan Adam di Bumi sesuai ayat yang anda tunjukan, namun Kitab Musa lebih rinci lagi menceritakan dimana letaknya Taman itu. Akibat air bah lokasi taman itu sulit diketahui secara persis namun itu terletak di sekitar timur tengah sesuai dengan petunjuk 4 sungai yang disebut yang sekarang tersisa 2 sungai yang masih ada.

    Surga atau swarga itu adalah langit ke 3 dimana para khayangan dan kenikmatannya berada menurut ajaran Hindu namun lebih rincinya silahkan tanyakan kepada mereka yang berkepercayaan Hindu.

    Sejak dulu istilah pengganti Jannah menjadi surga tidak sesuai namun setidaknya saat itu masih praktis namun tidak lagi dapat digunakan di jaman kita karena istilah surga sudah menjadi istilah pengganti Heaven (langit yang tertinggi).

    Sedangkan sampai hari ini ALQuran tetap menulis Jannah yaitu Taman, tempat yang teduh ada buah, sungai dan segala sesuatu yang hanya dapat ditemukan di planet bumi saja dan tidak ada planet seperti bumi di alam semesta yang sudah jauh dijelajahi oleh para ahlinya.

    kata "ihbithuu" sedikitnya 3-4 ayat kita temukan di dalam AlQuran diantaranya adalah QS 2:36,61,74 dan QS 11:48 dimana kata itu berarti "turun ke dataran yang lebih rendah".

    itulah mengapa dari Taman itu terpecah menjadi 4 sungai yang tentunya hanya akan terjadi di dataran tinggi. Dan menurut catatan Musa nampaknya taman itu hanya bisa dilalui oleh satu jalan karena kemungkianan dikelilingin oleh gunung-gunung yang tinggi itulah mengapa disana teduh.

    Sangatlah masuk akal saat ALLAH memerintahkan Adam beranak cucu dan memerintahkannya untuk menjadikan seluruh bumi seperti taman itu. Namun sebelum itu terlaksanan Adam sudah berdosa dan akhirnya tertunda hingga sekarang.

    Itulah mengapa di QS 2:25 orang yang beriman yang akan dibangkitkan dan tinggal di Jannah mengatakan "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Namun bedanya nanti akan terjadi di seluruh Bumi.

    Itulah mengapa anda tidak bisa berpaling dari kitab Musa yang terbukti memberikan banyak penjelasan dan rincian yang tidak terdapat di ALQuran.

    QS 6:154 Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.

    yang diawali dari catatan tentang rincian 6 masa bumi diciptakan awal mula dan hari ke 6 Adam diciptakan di bumi dan juga perincian perintah ALLAH yang pertama kepada Adam maupun perincian tentang bagaimana Adam berdosa.

    Dan anda tidak boleh berdalih

    QS 6:156 agar kamu (tidak) mengatakan: "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.

    karena

    QS 6:157 Atau agar kamu (tidak) mengatakan: "Sesungguhnya jikalau kitab ini diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka". Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling.

  • AlQuran yang aslipun bukan tiba-tiba ada atau secara mukjijat ditulis oleh tangan ALLAH di sebuah batu atau bahan kulit atau media lainnya. Tidak.

    Begitu juga Alkitab sama semua ditulis oleh tangan manusia mulai dari jamannya batu sampai media kulit dan akhrinya sekarang kertas.

    Berpikiranlah Sehat agar tidak ada yang menertawakan kita karena kebodohan akibat berupaya memaksakan suatu pendapat yang tidak selaras dengan kenyataanya atau tanpa disertai bukti.

    Bacalah sejarah bagaimana AlQuran mulai dapat anda baca di kertas sekarang. Dan anda akan mendapati hal yang sama bagaimana Alkitab dapat dibaca di kertas sekarang.

    Alkitab maupun AlQuran tidak ditulis berjilid atau dipisahkan dan diurutkan seperti yang anda baca sekarang. Namun itu semua karena perubahan jaman dan cara penulisan dan penjilidan yang memudahkan kita untuk bisa mencari ayat dengan lebih cepat.

    Sekarang justru sudah ada komputer dan anda cukup tulisa satu kata maka akan ditunjukan ayatnya mana saja.

    Jika anda percaya kepada AlQuran mau tidak mau anda harus percaya kepada Alkitab, karena AlQuran selalu bersaksi bahwa Alkitab itu benar.

    QS 2:176 Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).

    menggunakan cara yang sama saat berbicara tentang diturunkan (diberikan melalui perantaraan nabi/rasul/utusan)

    QS 5:44 Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan imam-imam mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

    bahkan harus dipegang teguh perkataannya

    QS 7:170 Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.

    dan dijamin seluruh perkataan ALLAH tidak ada yang berhasil mengubahnya

    QS 18:27 Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu. Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.

    QS 15:9 Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan kepadanya, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

    Maka pikirkan baik-baik, Jika AlQuran menganggap bahwa Alkitab itu benar perkataan ALLAH dan harus terus berpegang teguh kepadanya dan menyatakan bahwa kita dapat menemukan lebih banyak penjelasan dan perincian di dalamnya. Bukankah Alkitab pasti akan tetap ada dan tidak ada yang berhasil mengubahnya?

    Dan jika kita mengatakan Alkitab berhasil di ubah-ubah maka bukankah itu sama saja mengatakan AlQuran terbukti salah? karena AlQuran telah menyatakan itu benar perkataan ALLAH yang tidak bisa diubah?

    Lalu jika berhasil diubah maka buktikan apa yang berubah?

    Dan jika anda mengatakan bahwa yang mengubahnya adalah orang Yahudi atau orang Kristen maka pikirkan baik-baik kenyataan ini.

    Alkitab menulis dan menceritakan bagaimana bangsa Israel dulu keras kepala dan sering menduakan ALLAH dan akhirnya ditolak. Selain itu juga banyak perincian tentang ciri-ciri dari Kristen yang benar di masa awal sangat berbeda dengan ciri-ciri orang yang mengaku-ngaku kristen saat ini.

    Kesimpulannya melalui Alkitab yang anda bisa baca dimana-mana maka anda bisa membuktikan dari ALkitab mana penyembah ALLAH yang benar dan mana yang hanya mengaku-ngaku tapi tidak sesuai ajarannya persis seperti yang ditulis oleh ALQuran di QS 3:78.

    Sangat tidak masuk akal jika ada orang yang mengubah catatan sehingga catatan itu membongkar keburukan diri mereka sendiri bukan?

    dimana akal sehat kita? masa orang yahudi dan kristen ubah Alkitab sehingga kita membaca bahwa mereka ditolak oleh ALLAH.

    [/b]

    Kalo mereka mau mengubahnya maka pasti kita akan membaca Alkitab membenarkan mereka namun kenyataannya yang kita baca tidak bukan?

    Maka jika kita memaksakan diri bahwa ALkitab diubah oleh orang Yahudi dan Kristen palsu yang mempercayai Tritunggal maka sama saja kita berdalih demikian

    QS 6:156 agar kamu (tidak) mengatakan: "Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada Yahudi dan Kristen saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca."

    Berpikiranlah Sehat!

  • @Mdzamri Mdzin

    Pada saat anda membaca AlQuran maka pastikan anda memahami hal ini

    QS 39:27 Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.

    QS 4:82 Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.

    Sehingga harus dipastikan apakah itu suatu perumpamaan atau kata kiasan yang memaksudkan hal tertentu, dan pastikan apakah dengan ayat-ayat lain bertentangan, dan jika memang benar-benar bertentangan maka mana yang merupakan ayat yang benar dan ayat yang salah (editan dari pikiran manusia).

    Lalu anda harus pahami bahwa ada kata yang (didalam kurung) itu tidak tertulis namun tambahan agar bisa dipahami sehingga kata yang di dalam kurung bisa juga salah

    Itulah mengapa ALLAH menurunkan Perkataannya bukan kepada satu utusan namun kepada banyak utusan dijaman dahulu dan berbeda jamannya sehingga dapat dengan mudah kita periksa kebenarannya.

    Tidak ada manusia berbeda jaman walau menyontek tulisan sebelumnya bisa tepat bersesuaian sehingga jika bersesuaian maka pasti itu adalah tulisan ALLAH.

    Jangankan berbeda jaman, saat kita bermain permainan urut kalimat maka sering kali apa yang disampaikan di orang terdepan akan berubah setelah sampai kepada orang di belakang. Apalagi jika berbeda jaman ratusan dan ribuan tahun pasti berubah.

    Itulah mengapa kita menjadi lebih mudah untuk membuktikan mana ayat-ayat ALLAH dan mana yang bukan yaitu cukup perhatikan saling bertentangan atau saling bersesuaian tidaknya.

    pertama tentang ayat yang anda kutip di QS 2:79 perhatikan kata2nya "Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab Taurat dengan tangan mereka".

    Itu mengandung makna yang tersirat karena AlQuran pun ditulis oleh tangan manusia namun dianggap oleh tangan ALLAH karena buah pikirannya adalah buah pikiran ALLAH. seperti seorang sekertaris menulis surat yang sedang didikte oleh majikannya.

    sehingga kata-kata "tangan mereka" memaksudkan buah pikiran mereka, syariat agama mereka dsb.

    cara tahu itu adalah buah pikiran mereka bagaimana? yaitu dengan petunjuk ayat di QS 4:82 dan QS 3:78

    ketika kita mempelajari syariat mereka maka akan ditemukan itu dari manusia atau tidaknya ketika kita menemukan banyak pertentangan atau tidaknya. namun terbukti syariat mereka ditemukan banyak tumpang tindih atau penyimpangan sehingga sesuai dari ayat 3:78 bahwa ALkitab benar namun mereka membuat syariat sendiri tapi ngaku-ngaku itu ditulis di Alkitab.

    upaya mereka adalah membuat syariat bahwa ALkitab tidak boleh dibaca menggunakan bahasa selain Ibrani.]

    karena kita tahu pasti ada yang disembunyikan oleh orang yahudi dan ternyata benar, syariat mereka tidak sesuai dengan ALkitab.

    Itulah mengapa ayat berikut muncul

    QS 46:12 Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

    sehingga bagi mereka yang tidak bisa membaca bahasa Ibrani atau Yunani (2 gologan) dapat membacanya dan tidak berdalih seperti di ayat 6:156 tadi.

    Namun berlaku juga sama, jika ada syariat agama yang mengatakan bahwa AlQuran hanya harus dibaca dalam bahasa Arab maka munculah ayat berikut

    QS 41:44 Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".

    Maka buktikan dulu mana yang diubah dan buktikan dulu apakah itu tertulis di Alkitab dan jika anda merasa itu berbeda dengan AlQuran maka buktikan dulu mana diantara ayat tersebut yang selaras dan tidaknya dengan ayat-ayat lainnya.

    Dan terbukti syariat Agama umunya adalah buatan tangan manusia maka ikutilah syariat ALLAH.

  • @Mdzamri Mdzin

    lalu sehubungan dengan perbedaan yang mungkin anda atau para ahli temukan di terjemahan-terjemahan yang ada misalnya seperti paparan anda pada kitab salinan dari manuskript Hebrew Masoret dan manuskript Yunani Septuaginta.

    Maka perlu diingat, manuskript Yunani Septuaginta bahkan mengganti nama ALLAH yang benar menjadi istilah Allah-Allah (ELLOHIM dan ADONAI) sehingga terus diturunkan oleh AlQuran dan akhirnya agama menyatakan nama ALLAH ada 99 padahal nama ALLAH hanya ada satu sejak awal sampai selama-lamanya yang tertulis dalam 4 huruf Ibrani (Keluaran 3:13-15)

    Saya tidak mempunyai kapasitas saat ini dan semoga setelah saya bertanya nanti kepada ALLAH dan semoga ALLAH memberikan petunjuk bagi orang yang mau memahami kebenaran ayat-ayatnya maka akan ditemukan apakah terjadi kesalahan atau hanya kesalahpahaman atau jika salah maka mana terjemahan yang benar dan apa bukti dari terjemahan yang benar itu.

    Namun yang pasti kita mengetahui kebenaran ayat QS 18:27 bahwa tidak akan ada yang berhasil merubah kalimat-kalimatnya dan terbukti kita membaca Alkitab bahasa Indonesia bahwa

    Kejadian 11:10-12 Inilah sejarah Sem. Sem berumur seratus tahun pada waktu ia memperanakkan Arpakhsyad dua tahun setelah air bah. Setelah ia memperanakkan Arpakhsyad, Sem hidup lima ratus tahun lagi. Sementara itu ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Dan Arpakhsyad hidup selama tiga puluh lima tahun. Lalu ia memperanakkan Syela.

    Sekali lagi jika memang ada yang berupaya mengubahnya maka tidak akan berhasil!

    dan anda baru saja memberikan bukti kebenaran ayat itu tidak berhasil diubah.

    Jika anda mencari-cari kesempurnaan Tulisan ALLAH maka silahkan anda jelaskan bagaimana dalam satu surah kita menemukan ayat yang bertentangan demikian:

    QS 56:13,14 Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

    lalu informasi itu diulangi di surah yang sama demikian

    QS 56:39,49 segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.

    padahal masih berbicara hal yang sama yaitu orang-orang yang akan dibangkitkan nanti.

    Kita semua mengharapkan bahwa Tulisan ALLAH sempurna tidak ditemukan kesalhannya namun permasalahannya itu bisa terjadi jika ALLAH langsung yang bersuara dari surga setiap hari kepada kita disetiap jaman.

    kenyataannya ALLAH memilih untuk menurunkannya melalui perantaraan "Qalam" yaitu alat tulis yang digunakan oleh manusia. (QS 96:4)

    sehingga dibutuhkan upaya dan kesungguhan untuk membaca dan memeriksanya sesuai dengan cara yang telah kita baca tadi.

  • @Mdzamri Mdzin

    Islam dengan Muslim sangat berkaitan erat

    Seorang Muslim tidak akan dapat mencintai kedamaian jika tidak berserah diri kepada ALLAH.

    Dunia yang penuh dengan para pelaku kejahatan ini akan membuat kita harus memilih mau beriman kepada ALLAH yang akan menghakimi dan membinasakan pelaku kejahatan di waktu yang telah ALLAH jadwalkan dimasa depan atau memilih untuk melakukan pembalasan dengan kekuatan kita sendiri.

    Jika pendapat anda berbeda maka pasti anda bukan Muslim dan pasti juga bukan Islam dalam makna sesungguhnya.

    Jika kita memilih membalas saat diserang maka pikirkan hal-hal berikut ini:

    - Pembalasan tidak akan pernah selesai dan hanya akan menimbulkan dendam dan pembalasan berikutnya.

    - Hak Pembalasan hanya milik ALLAH semata (QS 1:4)

    - Kewajiban utusan maupun hamba ALLAH adalah hanya menyampaikan dengan ramah dan seterang-terangnya (QS 5:92; 73:10-11)

    - Manusia tidak akan pernah bisa membalas dan membinasakan para pelaku kejahatan sampai akar-akarnya.

    - Iman yang kuat adalah lari dari bahaya atau siap mati konyol karena tidak membalas (QS 4:66)

    - Pembalasan akan memakan korban di kedua belah pihak bahkan pihak lainnya

    Terlihat bahwa jika kita membalas dengan alasan apapun maka kita dan keturunan kita dan kelompok kita akan terus memupuk sifat dendam, kita menyalahi wewenang ALLAH sebagai Hakim tertinggi, kita telah melanggar kewajiban sebagai hamba ALLAH, Kita dianggap tidak memiliki iman yang kuat dan orang lain yang tidak terkait akan menderita juga.

    Sedangkan jika kita Islam (ikhlas berserah diri kepada ALLAH) maka pada saat kita menjadi Muslim (cinta damai) namun diganggu oleh para pelaku kejahatan maka kita punya iman yang kuat bahwa ALLAH sajalah pelindung kita (QS 1:5) dan jika kita mati ALLAH berjanji akan membangkitkan kita (QS 42:6,9,10) dan hanya ALLAH sajalah nanti yang akan menuntaskan pembinasaan para pelaku kejahatan termasuk setan si iblis (QS 15:36-38)

    Itulah pikiran ALLAH pastinya berbeda dengan cara berpikir dunia ini yang hanya percaya kepada diri sendiri dan kekuatan manusia lainnya.

  • @Mdzamri Mdzin

    Itulah mengapa anda tidak mempercayai Alkitab dan otomatis anda akhirnya tidak mempercayai AlQuran dan tentu anda akhrinya tidak beriman kepada ALLAH akan janji-janji-Nya di masa depan.

    Jika anda terus seperti itu maka anda otomatis tergolong dalam orang-orang yang hanya menganggap kelompoknya paling benar (QS 30:32) dan selalu berdalih bahwa Alkitab itu tidak benar karena hanya percaya jika di dalam Alkitab tertulis tentang nubuatan munculnya Muhammad (QS 6:157)

    padahal menurut ayat itu dikatakan bahwa ALLAH sudah memberikan banyak keterangan.

    Sejak awal diatas saya telah memaparkan bagaimana Muhammad berkali-kali di tegur karena kurang kesabaran dan sampai hari ini kita semua melihat bukti mana teladan terbaik dan mana teladan yang tidak baik.

    Di Dalam AlQuran teladan terbaik tetaplah Isa Almasih (QS 3:45) namun jangan salah paham bukan berarti mereka yang mengaku-ngaku Kristen itu benar (Matius 7:21-23) Semua yang mau mengaku kristen, Islam maupun Muslim harus membuktikan dirinya sesuai dengan teladan yang telah Isa Almasih berikan selama ia di bumi dulu.

    Ada kekeliruan pepatah demikian Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

    meskipun keliru namun kita semua memahami bahwa murid akan mencontoh gurunya apakah itu baik maupun buruk.

    sehingga teladan guru harus berhati-hati.

    Pernahkah anda perhatikan kepiting berjalan?

    Papa kepiting berjalan kesamping maka mungkinkan anak kepiting berjalan ke depan?

    Itulah mengapa teladan Muhammad selalu menjadi pro dan kontra saat diikuti, mulai dari menikahi banyak wanita sampai dengan melakukan pembalasan dengan alasan agama.

    sehingga sampai hari ini sulit bagi banyak wanita menerima prilaku pria yang menduakannya dengan wanita lain bahkan disahkan menjadi istri ke 2 ke 3 dst...

    banyak yang mengatakan kenapa Muhammad bisa kami tidak boleh, maka agama hanya bisa membuat syariat2 baru untuk mengatasi dan mengatur agar itu berjalan dengan tertib hanya gara-gara tidak mau mengakatakan bahwa teladan Muhammad itu tidak benar.

    Maka akuilah jika salah dan akuilah jika benar.

    Muhammad dapat kita katakan benar pada saat dengan ramah dan tidak menghiraukan gangguan terus memberitakan kabar baik maupun peringatan dan terus hanya percaya kepada janji ALLAH dimasa depan.

    namun Muhammad tidak dapat dibenarkan pada saat dia tidak beriman dan mencari perlindungan bagi dirinya sendiri dengan memprovokasi orang lain bahwa itu adalah perintah ALLAH padahal tidak tertulis dan tidak dinubuatkan seperti halnya dulu pernah terjadi di jaman Musa.

    Semoga dari kelompok semacam itu anda dapat keluar sebelum terlambat jika tidak maka Hanya ALLAH sajalah yang layak menghakimi anda dan saya hanya bisa mengatakan semoga kita semua terus memperhatikan ajaran dan tingkahlaku kita selaras.

  • @Joheun Chingu

    Nabi Adam memang telah melakukan kesalahan, tetapi manusia akan hidup mendiami bumi sudah menjadi ketentuan Allah. Jika Nabi Adam tidak melakukan kesalahan pun, manusia akan tetap mendiami bumi kerana Allah telah menetapkan manusia sebagai khalifah di bumi (QS 2:30). Justeru jangan salahkan orang lain atas sesuatu ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Tiada siapa yang akan dapat menghalang ketentuan Allah. Justeru jika Allah telah tetapkan manusia akan mendiami bumi maka itulah yang akan berlaku walaupun Nabi Adam tidak melakukan sebarang kesalahan. Justeru manusia mendiami bumi bukan kerana Nabi Adam melakukan kesalahan.

    Seterusnya saya tidak menerima kitab yang kamu sebutkan sebagai kitab Musa itu sebagai kitab Taurat. Ingat, Al-Quran tidak pernah mengiktiraf kitab yang kamu sebutkan kitab Musa itu sebagi kitab Taurat. Bagi Al-Quran, kitab Taurat itu bukannya kitab Musa yang kamu sebutkan itu. Justeru jangan sesekali kamu menggunakan al-Quran untuk mengatakan sesuatu yang tidak pernah dinyatakan oleh Al-Quran. Itu akan menjadi sesuatu yang bersifat fitnah. Pihak non muslim khususnya kristian tidak pernah dapat mengemukakan hujah untuk mereka mengatakan kitab Musa itu sebagai kitab Taurat yang disebutkan dalam Al-Quran. Sebaliknya pihak Islam mampu mengemukakan hujah untuk mengatakan kitab Musa itu bukannya kitab Taurat yang disebutkan dalam Al-Quran. Juster sekali lagi, jangan menggunakan nama Al-Quran untuk membenarkan bible kristian kerana Al-Quran tidak pernah mengiktiraf bible kristian itu ataupun mana-mana kitab suci dalam agama yang lain. Sudah saya perjelaskan bahawa adalah satu tanggapan yang sangat salah apabila mengatakan kitab Musa itu sebagai kitab Taurat yang disebutkan dalam Al-Quran. Sememangnya dapat dibuktikan bahawa kitab-kitab yahudi dan kristian itu bukanlah lagi kitab Taurat dan kitab Injil yang disebutkan oleh Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa. Allah menyatakan bahawa di dalam Taurat dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa terdapat makluman berkenaan dengan seorang nabi yang ummi yang diutuskan Allah.

    QS 7:157 "Iaitu orang-orang yang mengikut Rasulullah (Muhammad s.a.w) Nabi yang Ummi, yang mereka dapati tertulis(namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka."

    Perutusan nabi yang ummi ini tidak terdapat dalam bahagian taurat dan injil yang terdapat dalam bible kristian itu. Justeru taurat dan injil di dalam bible kristian itu bukanlah Taurat dan Injil yang disebutkan dalam Al-Quran. Justeru kitab Musa itu bukannya kitab Taurat yang disebutkan dalam Al-Quran. Diharapkan kamu dapat memahami hal ini kerana tiada siapa pun yang dapat lari daripada fakta tersebut.

    Seharusnya kamu dapat berfikir dengan lebih baik. Bible kristian adalah berbeza dengan Al-Quran. Al-Quran adalah wahyu Allah yang ditulis dengan tangan manusia. Justeru dalam memperkatakan Al-Quran, maka Al-Quran pada hari ini adalah wahyu Allah yang dituliskan oleh manusia. Namun wahyu Allah tidak dapat dikatakan terhadap bible kristian. Saya mengatakan ini bukan kerana saya berkepercayaan lain daripada kristian. Saya mengatakan ini kerana bible kristian hari ini sudah terbukti tidak lagi bersih daripada sebarang kesalahan. Kelompok kristian sendiri pun sudah tidak mampu untuk menafikan kesalahan dalam bible mereka. Kesalahan dalam bible kristian itu terlalu banyak sehinggakan kelompok kristian sendiri pun berada di dalam dilemma kerana tidak tahu mahu percaya maklumat yang mana satu walaupun maklumat tersebut tertulis dalam bible kristian mereka. Kesalahan-kesalahan bible kristian ini sudah saya paparkan. Justeru bible kristian yang ditulis oleh tangan manusia itu bukannya wahyu Allah. Sebabnya adalah mustahil wahyu Allah itu mengandungi kesalahan. Inilah yang membezakan Al-Quran dengan bible kristian itu. Justeru itulah jika difikir dengan baik maka tiada siapa yang dapat mengatakan bible kristian itu sama dengan Al-Quran. Al-Quran adalah wahyu Allah. Bible kristian pula bukannya wahyu Allah.

    Al-Quran tidak pernah terbukti salah seperti bible kristian itu. Sememangnya ada pendapat daripada non muslim yang mengatakan Al-Quran salah, namun semua tanggapan tersebut mampu disanggah oleh pihak muslim melalui penerangan-penerangan yang tidak mampu dinafikan oleh pihak non muslim. Justeru dalam situasi ini makanya tiada bukti bahawa Al-Quran itu salah. Malah dengan kemampuan penerangan oleh pihak muslim, maka terbukti bahawa tiada kesalahan dalam Al-Quran. Keadaan ini tidak berlaku terhadap kelompok kristian dalam cubaan mereka untuk menafikan kesalahan dalam bible kristian mereka.

    Seterusnya untuk membuktikan adanya ayat bible kristian yang diubah, maka ianya tidak perlu dilakukan dengan mengemukakan apa yang diubah sahaja. Ini kerana pengubahan dalam bible kristian dapat juga dibuktikan melalui cara yang lain. Salah satu cara yang lain itu adalah dengan membuktikan kesalahan ayat yang wujud dalam bible kristian itu. Kesalahan ayat itu disebabkan oleh pengubahan yang dilakukan okeh tangan manusia yang menuliskannya. Sama ada pengubahan itu dilakukan secara sengaja atau tidak, itu harus ditelitikan dengan lebih mendalam. Namun pengubahan oleh tangan manusia itu ada.

    Apakah kamu mahu mengatakan wahyu Allah dalam bible kristian itu memang semenjak asal ada kesalahan? Sudah tentu tidak. Justeru apabila ada kesalahan dalam bible kristian, makanya ada pengubahan dalam bible kristian itu. Keadaan pembuktian pengubahan terhadap bible kristian ini sama dengan pembuktian yang diamalkan dalam sistem penghakiman di makhamah. Sebagai contohnya apabila seorang peguam bela ingin membuktikan bahawa anak guamnya iaitu yang tertuduh tidak melakukan jenayah pembunuhan, maka beliau iaitu peguam bela tersebut tidak hanya perlu membuktikan perkara tersebut dengan cara mengemukakan siapakah pembunuh yang sebenarnya. Dia iaitu peguam bela itu juga mampu membuktikan anak guamnya itu tidak melakukan pembunuhan tersebut melalui cara yang lain seperti melalui ujian DNA, saksi-saksi, bukti daripada rakaman audio, video dan lain-lain. Sebagai contoh satu kes pembunuhan seorang wanita bernama Narita yang pernah dibicarakan di mahkamah di Malaysia beberapa tahun dahulu yang mana yang tertuduh didapati terbukti tidak bersalah tetapi sehingga kini pembunuh yang sebenarnya masih belum diberkas oleh pihak berkuasa. Begitu juga dengan kes bible kristian itu. Pembuktian pengubahan terhadapnya dapat dilakukan melalui cara yang lain dan bukan hanya dengan mengemukakan apa yang diubah sahaja.

    Dan seperti yang kamu akui iaitu disebabkan berbeza ratus dan ribuan zaman menyebabkan tiada manusia yang bisa menyontek tulisan sebelumnya dengan tepat. Justeru itu menjelaskan manusia yang menyontek dengan tidak tepat tulisan-tulisan yang ratusan dan ribuan zaman sebelumnya itu sebagai telah mengubah tulisan tersebut jika dibandingkan dengan tulisan asalnya. Justeru amat jelas pengubahan itu sememangnya ada dalam bible kristian.

    Dan seperti yang kamu juga akui bahawa saat ini kamu sendiri tidak punya jawaban bagi permasalahan antara manuskript Septuaginta dan hebrew masoret itu. Makanya ini menjelaskan bahawa pada hakikatnya kamu sendiri pun sebenarnya tidak punya sebarang hujah untuk kamu mengatakan bahawa bible kristian itu sebagai kitab yang benar. Kamu hanya mengatakan kitab itu sebagai benar tetapi kamu tidak membuktikan apa yang kamu katakan itu. Dan kelompok kristian sampai bila-bila tidak akan tahu versi mana ayat bible yang benar dan versi mana yang salah. Ini kerana autograph bible itu sudah hilang atau sudah tiada, menyebabkan mereka iaitu kompok kristian tidak akan mampu mengadakan rujukan bagi mengetahui dengan pasti ayat bible versi mana yang benar dan versi mana yang salah. Mereka tidak akan mampu mengesahkan dan membuktikannya selagi mereka tidak menemukan autograph bible tersebut.

    Dan seterusnya kamu menyakini bahawa turutan generasi adalah Sem, Arphaxad dan seterusnya Selah. Kamu berpandukan kepada Alkitab bahasa Indonesia,

    Kejadian 11:10-12 Inilah sejarah Sem. Sem berumur seratus tahun pada waktu ia memperanakkan Arpakhsyad dua tahun setelah air bah. Setelah ia memperanakkan Arpakhsyad, Sem hidup lima ratus tahun lagi. Sementara itu ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Dan Arpakhsyad hidup selama tiga puluh lima tahun. Lalu ia memperanakkan Syela.

    Namun apakah kamu sedar bahawa jika kamu menyakini turutan silsilah tersebut iaitu Sem,Arphaxad dan Selah, bermakna kamu telah menafikan turutan silsilah yang dituliskan oleh Lukas 3:35-36? Mari saya perlihatkan kepada kamu ayat Lukas 3:35-36,

    Lukas 3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon,

    Terjemahan Baru Indonesia

    Lukas 3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,

    Terjemahan Baru Indonesia

    Lihat turutan silsilah yang dicatatkan dalam Lukas 3:35-36 itu di mana turutannya adalah Sem, Arpakhsad (@Arphaxad), Kenan (@Cainan) dan Salmon (@Selah atau Syela). So kamu mahu mengatakan turutan silsilah oleh Lukas 3:35-36 ini sebagai salah? Saya tinggalkan persoalan tersebut untuk kamu jawab.

    Justeru sekali lagi saya nyatakan bahawa bukti sekarang sudah menjelaskan bible kristian itu sudah berhasil diubah.

    Sekarang mari kita lihat pula atar QS 56:13-14 dan QS 56: 39-40 yang kamu persoalkan. Baca ayat QS 56:7-10 terlebih dahulu untuk memahami aoa yang didampaikan oleh Al-Quran.

    QS 57:7 Dan kamu pula menjadi tiga puak (yang berlainan keadaannya);

    iaitu pertama, golongan kanan

    QS 56:8 Iaitu puak pihak kanan; alangkah bahagianya keadaan puak pihak kanan itu

    kedua, golongan kiri

    QS 56: 9 Dan puak pihak kiri; - alangkah seksanya keadaan puak pihak kiri itu

    dan ketiga, golongan orang mendahului dalam beriman

    QS 56:10 Dan (puak yang ketiga pula ialah) orang-orang yang telah mendahului (dalam mengerjakan kebaikan di dunia), - yang akan mendahului (mencapai balasan yang sebaik-baiknya di akhirat kelak);

    Dan seterusnya ayat QS 56:11-26 adalah makluman Allah berkenaan dengan golongan orang yang mendahului dalam beriman itu. Justeru jika merujuk kepada ayat QS 56:13-14, sebahagian besar orang terdahulu dan sebahagian kecil orang terkemudian itu adalah tergolong dalam golongan orang yang terdahulu dalam beriman.

    Seterusnya ayat QS 56: 27-40 adalah makluman Allah berkenaan dengan kelompok orang yang tergolong dalam golongan kanan.

    QS 56:27 Dan puak kanan, - alangkah bahagianya keadaan puak kanan itu

    Justeru merujuk kepada ayat QS 56:39-40, sebahagian besar orang terdahulu dan sebahagian besar orang yang terkemudian adalah tergolong dalam kelompok golongan kanan. Justeru sila fahami bahawa ayat QS 56:13-14 bukannya diulang semula pada ayat QS 56:39-40. Ini kerana ayat QS 56:13-14 dan ayat QS 56:39-40 adalah membicarakan kelompok orang-orang yang berlainan. Salahfaham kamu berkenaan ayat-ayat tersebut menyebabkan kamu melihat adanya pertentangan antaranya, padahal hakikatnya adalah bukannya seperti yang kamu fahamkan. Justeru tiada sebarang pertentangan dalam ayat-ayat Al-Quran yang kamu persoalkan itu.

    Berkenaan dengan pembalasan pada saat-saat diserang, juga kita berbeza pendapat. Pembalasan apabila diserang adalah dibenarkan kerana itu adalah perintah Allah demi menjaga keimanan diri terhadap Allah. Ini kerana tiada yang lebih penting daripada keimanan pada Allah, Tuhan yang sebenar-benarnya. Sememangnya selagi ada yang bermusuhan maka selagi itulah pembalasan tidak akan selelsai. Justeru untuk menyelesaikan sehingga tiada lagi pembalasan makanya seharusnya setiap manusia tiada sifat permusuhan antara mereka. Itulah yang diajarkan dalam Islam, iaitu saling muhibah antara satu sama lain. Jika perasaan muhibah itu sentiasa dipupuk dengan ikhlas, maka tiada lagi permusuhan dan tiada lagi pembalasan demi pembalasan.

    Begitu juga Nabi Muhammad sebagai utusan Allah adalah hanya menyampaikan (QS 5:92), tetapi dia juga memerangi puak yang memusuhi Islam kerana perintah Allah (QS 2:216) dan ayat itu sekaligus menafikan dakwaan bahawa pembalasan hanya hak Allah ketika di dunia ini. Dan QS 1:4 itu adalah berkenaan dengan pembalasan oleh Allah di alam akhirat kelak, bukannya di dunia ini. Sememangnyalah pembalasan di alam akhirat kelak akan menjadi hak Allah kerana pada waktu tersebut tiada lagi yang dapat membantu para makhluk daripada azab Allah selain daripada Allah sendiri. QS 4:66 pula bukannya perintah Allah supaya membunuh diri atau keluar melarikan diri dari kediaman masing-masing iaitu itu semuanya bukanlah iman yang paling teguh seperti yang kamu fahami, tetapi apa yang ingin disampaikan Allah dalam firmanNya itu adalah akan hanya sedikit sahaja daripada manusia yang akan menuruti perintah Allah jika Allah memerintahkan sesuatu ke atas mereka. Baca dengan teliti ayat QS 4:66 itu,

    QS 4:66 Dan sesungguhnya kalau Kami wajibkan kepada mereka (dengan perintah): "Bunuhlah diri kamu sendiri, atau keluarlah dari tempat kediaman kamu", nescaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sedikit di antara mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka amalkan nasihat pengajaran (meliputi suruh dan tegah) yang telah diberikan kepada mereka, tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (iman mereka).

    Lihat pada perkataan “kalau”, yang menunjukkan jika Allah menurunkan sesuatu perintah, maka hanya sedikit sahaja yang mentaatiNya. Saya melihat terlalu banyak salahfaham kamu berkenaan dengan ayat-ayat Al-Quran.

    Seterusnya tiada hujah untuk kamu kemukakan bahawa jika saya atau umat Islam tidak mempercayai bible kristian bermakna kami tidak mempercayai Al-Quran. Jika melalui Al-Quran itu, dengan akal yang sihat maka dapat difahami bahawa Al-Quran tidak pernah mengiktiraf bible kristian, maka tiada dasar untuk mengatakan saya/umat islam tidak akan mempercayai Al-Quran apabila kami tidak mempercayai bible kristian. Malah sebaliknya pula iaitu apabila kami tidak mempercayai bible kristian, bermakna kami mempercayai Al-Quran. Ini kerana melalui Al-Quran, dapat diketahui bahawa kitab Musa dalam bible kristian itu adalah bukannya Taurat yang disebut dalam Al-Quran dan gospel/injil yang terdapat dalam bible kristian itu adalah bukannya Injil yang disebutkan dalam Al-Quran. Umat Islam punya hujah yang amat kuat untuk menyokong dakwaan ini. Kerana Al-Quran mengatakan bahawa perutusan nabi yang ummi ada tercatat dalam Taurat dan Injil (QS 7:157), dan perkara ini tidak terdapat dalam kitab Musa dan gospel/injil yang ada dalam bible kristian itu.

    QS 7:157 Iaitu orang-orang yang mengikut Rasulullah (Muhammad s.a.w) Nabi yang Ummi, yang mereka dapati tertulis (namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.

    Justeru kitab Musa dan gospel/injil yang ada dalam bible kristian itu bukannya Taurat dan Injil yang disebutkan dalam Al-Quran. Kecualilah jika kelompok kristianmahu mengaku bahawa perutusan nabi yang ummi ini ada tercatat dalam kitab Musa dan injil/gospel mereka itu.

    Justeru itulah apabila umat Islam tidak mempercayai bible kristian, bermakna mereka sebenarnya dalam situasi mempercayai al-Quran. Hanya orang Kristian saja yang melihat kononnya Al-Quran membenarkan kitab mereka kerana mereka melihat Al-Quran dari sudut kepercayaan kristian mereka dan bukannya mereka melihat Al-Quran dari sudut pandang Al-Quran itu sendiri. Itulah yang menyebabkan mereka selalu salah dalam memahami ayat-ayat al-Quran.

    Begitu juga, kelihatannya terlalu banyak salahfaham kamu berkenaan al-Quran yang membawa kepada banyak tanggapan yang salah berkenaannya. Seharusnya berkenaan dengan al-Quran, kamu sepatutnya berguru pada guru yang betul dan tepat supaya kamu tidak terjerumus dalam hal-hal yang menyeleweng yang sebenarnya tidak pernahpun ada dalam al-Quran itu sendiri. Lihatlah ayat-ayat Al-Quran dari sudut pandangan Al-Quran itu sendiri, dan bukannya dari sudut pandangan kepercayaan lain, kerana itu akan menyebabkan kamu berprasangka yang bukan-bukan berkenaan al-Quran.

  • sewaktu saya dulu tinggal dilingkungan ya mayoritasnya berbeda dengan saya, diantara teman teman sering ada yang bertanya. kenapa kamu begitu. kenapa kamu begini. kok kamu beda. saya berusaha menjawab dengan pengetahuan saya. sampai akhirnya "mentok" dan saya katakan, "ah kita sama kok pada intinya".

    saya baru sampai tahap tahu. belom sampai tahap sadar.

    zakir naik adalah orang yang sebenarnya tahu. tapi belum sadar

  • @Mdzamri Mdzin

    percuma walau saya banyak jelaskan dan buktikan namun mungkin anda tidak membacanya baik-baik dan selalu menganggap kelompok tertentu paling benar dan seolah-olah paling hak menentukan mana yang benar dan salah padahal anda sendiri menyatakan hanya ALLAH yang paling benar.

    AlQuran dengan jelas menyatakan bukan agama anda yang penting tetapi bukti ke ikhlasan anda dalam menjalankan agama Ibrahim. sekarang mana buktinya agama anda itu?

    Dan anda terlalu mencari-cari kesalahan kitab ALLAH maka silahkan jelaskan kenapa AlQuran juga bisa salah seperti ayat berikut ini:

    QS 56:13,14 Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

    lalu informasi itu diulangi di surah yang sama demikian

    QS 56:39,40 segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.

    Baca baik-baik ayat itu dan jelaskan informasi yang akurat itu yang mana? ayat 14 apa ayat 40 yang benar?

    Jika itu salah tulis lalu AlQuran mana yang bisa kita temukan tulisannya sudah disuaikan dengan informasi yang sebenarnya?

    itu baru satu masih banyak kalau anda ingin punya PR seumur hidup.

    dan anda kurang membaca komentar-komentar saya mungkin karena terlalu panjang, yang pasti saya juga tahu Adam itu sejak awal diciptakan di bumi di sebuah Taman bukan diciptakan di langit.

    Dan belajar dulu lebih banyak lagi deh, biar anda bisa paham apa itu perumpamaan apa itu bukti apa itu palsu apa itu asli soalnya anda dalam hal dasar masih kurang. Untung aja tidak ada juri votting disini :v

  • Tuh saya saja bisa salah tulis ayat, maka semua orang juga bisa salah jika tidak membuka dan membaca ayat yang disampaikan.

    RALAT pada komentar saya sebelumnya, yang dimaksud adalah QS 56:13,14 dan QS 56:39,40

    karena sebelumnya saya salah pencet maksudnya pencet 40 malah mencet 49 :D

    Maaf ya, salah ya tetap salah harus saya akui. Moga agama juga sama senang mengakui kesalahan jika memang salah.

  • @Joheun Chingu

    Sebenar sikap kamu itu yang mengundang permasalahan dalam diskusi kerana kamu banyak mengemukakan pendapat dengan merujuk kepada Al-Quran tetapi kamu tidak melihatnya dari sudut pandangan Al-Quran. Sebaliknya kamu mengambil Al-Quran dan menggunakan cara pandangan kepercayaan non muslim kamu ke atasnya. Dan apabila diberikan penerangan yang memaparkan cara pandangan kamu terhadap Al-Quran yang tidak tepat itu menyebabkan kamu menuduh orang yang memberi penerangan tersebut sebagai orang yang mengamalkan konsep hanya kelompok tertentu paling benar dan sebagainya. Contohnya kamu mengatakan "Al-Quran dengan jelas menyatakan bukan agama anda (iaitu Islam) yang penting". Sudah tentu itu adalah amat tidak benar. Al-Quran tidak pernah menyatakan agama Islam itu tidak penting. Sebaliknya Al-Quran dengan jelas menyebutkan hanya Islam sahaja sebagai agama yang diterima di sisi Allah. Baca QS 3: 19 dan QS 3:85

    QS 3:19 Sesungguhnya agama (yang diredhoi) di sisi Allah hanyalah Islam.

    QS 3:85 Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    Justeru itu menjelaskan betapa pentingnya berada dalam agama Islam. Menganuti agama lain hanya akan mengundang kerugian kepadanya di akhirat kelak. Justeru apabila kamu mengapplikasikan cara pandang yang salah terhadap ayat-ayat Al-Quran maka kamu tidak akan dapat mengambil sebarang maklumat yang tepat daripada ayat Al-Quran tersebut. Justeru telah saya nyatakan terdahulu jangan kamu masukkan kepercayaan non muslim kamu itu untuk memahami ayat-ayat Al-Quran. Cara demikian tidak akan dapat membantu kamu untuk memahami Al-Quran dengan sebenar-benarnya.

    Seterusnya ayat QS 56: 13-14 dan QS 56:39-40 yang kamu persoalkan itu telah saya perjelaskan berkaitannya. Adakah kamu sudah membacanya? Saya kemukakan sekali lagi di sini apa yang telah saya tuliskan berkenaan dengan ayat-ayat Al-Quran tersebut di bawah.

    Sekarang mari kita lihat pula ayat QS 56:13-14 dan QS 56: 39-40 yang kamu persoalkan. Baca ayat QS 56:7-10 terlebih dahulu untuk memahami apa yang disampaikan oleh Al-Quran.

    QS 57:7 Dan kamu pula menjadi tiga puak (yang berlainan keadaannya);

    Justeru manusia akan tergolong dalam 3 golongan iaitu pertama, golongan kanan

    QS 56:8 Iaitu puak pihak kanan; alangkah bahagianya keadaan puak pihak kanan itu

    [/b]

    kedua, golongan kiri

    QS 56: 9 Dan puak pihak kiri; - alangkah seksanya keadaan puak pihak kiri itu

    dan ketiga, golongan orang mendahului dalam beriman

    QS 56:10 Dan (puak yang ketiga pula ialah) orang-orang yang telah mendahului (dalam mengerjakan kebaikan di dunia), - yang akan mendahului (mencapai balasan yang sebaik-baiknya di akhirat kelak);

    Dan seterusnya ayat QS 56:11-26 adalah makluman Allah berkenaan dengan golongan orang yang mendahului dalam beriman itu. Justeru jika merujuk kepada ayat QS 56:13-14, sebahagian besar orang terdahulu dan sebahagian kecil orang terkemudian itu adalah tergolong dalam golongan orang yang terdahulu dalam beriman.

    Seterusnya ayat QS 56: 27-40 adalah makluman Allah berkenaan dengan kelompok orang yang tergolong dalam golongan kanan.

    QS 56:27 Dan puak kanan, - alangkah bahagianya keadaan puak kanan itu

    Justeru merujuk kepada ayat QS 56:39-40, sebahagian besar orang terdahulu dan sebahagian besar orang yang terkemudian adalah tergolong dalam kelompok golongan kanan. Justeru sila fahami bahawa ayat QS 56:13-14 bukannya diulang semula pada ayat QS 56:39-40. Ini kerana ayat QS 56:13-14 dan ayat QS 56:39-40 adalah membicarakan kelompok orang-orang yang berlainan. Salahfaham kamu berkenaan ayat-ayat tersebut menyebabkan kamu melihat adanya pertentangan antaranya, padahal hakikatnya adalah bukannya seperti yang kamu fahamkan. Justeru tiada sebarang pertentangan dalam ayat-ayat Al-Quran yang kamu persoalkan itu.

    Justeru sekali lagi saya ingatkan kepada kamu supaya memahami Al-Quran dengan melihat ayat-ayat Al-Quran dari sudut pandang Al-Quran itu sendiri. Jangan membawa masuk kepercayaan kamu yang tidak menepati ayat-ayat Al-Quran untuk kamu memahami Al-Quran. Ini kerana ianya tidak akan dapat memberi kefahaman yang betul/tepat kepada kamu terhadap ayat-ayat Al-Quran tersebut.

    Berkenaan dengan pendapat kamu yang menyebutkan Adam diciptakan di bumi dan bukannya di langit, maka itu sememangnya berbeza pendapat dengan saya. Islam mempercayai bahawa Adam tidak diciptakan di bumi kerana apabila Adam telah diciptakan maka beliau mendiami syurga.

    QS 2:35 Dan Kami berfirman: " Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini"

    [/b]

    Dan akhirnya beliau dikeluarkan dari syurga dan diturunkan ke bumi kerana kesalahan yang dilakukannya. Tetapi hakikatnya pengeluaran manusia dari syurga untuk mendiami bumi adalah sudah menjadi ketentuan Allah. Al-Quran tidak menyebutkan Adam diciptakan di bumi. Tetapi Al-Quran menyebutkan Adam mendiami syurga dan seterusnya dikeluarkan dari syurga untuk mendiami bumi.

    QS 2:36 Dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi"

    "dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi", pernyataan Al-Quran itu menjelaskan syurga yang didiami oleh Adam dan isterinya itu bukanlah di bumi.

    Justeru jika kamu ingin mengatakan Al-Quran menepati maklumat dalam bible kristian yang mengatakan Nabi Adam mendiami taman di bumi, maka sekali lagi kamu hanya melihat ayat Al-Quran bukan dari sudut pandangan Al-Quran itu sendiri menyebabkan kamu mendakwa yang bukan-bukan terhadap ayat Al-Quran, pada hal Al-Quran tidak menyatakan seperti yang kamu dakwakan. Justeru sekali lagi saya nasihatkan agar memahami ayat Al-Quran dengan melihatnya dari sudut pandang Al-Quran, bukannya dari sudut pandang yang lain.

    Bagaimana pula dengan permasalahan bible kristian yang telah saya tuliskan untuk dijawab oleh kamu? Saya tuliskan sekali lagi di bawah.

    Kamu menyakini bahawa turutan generasi adalah Sem, Arphaxad dan seterusnya Selah. Kamu berpandukan kepada Alkitab bahasa Indonesia,

    Kejadian 11:10-12 Inilah sejarah Sem. Sem berumur seratus tahun pada waktu ia memperanakkan Arpakhsyad dua tahun setelah air bah. Setelah ia memperanakkan Arpakhsyad, Sem hidup lima ratus tahun lagi. Sementara itu ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Dan Arpakhsyad hidup selama tiga puluh lima tahun. Lalu ia memperanakkan Syela.

    Namun apakah kamu sedar bahawa jika kamu menyakini turutan silsilah tersebut iaitu Sem,Arphaxad dan Selah, bermakna kamu telah menafikan turutan silsilah yang dituliskan oleh Lukas 3:35-36? Mari saya perlihatkan kepada kamu ayat Lukas 3:35-36,

    Lukas 3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon,

    Terjemahan Baru Indonesia

    Lukas 3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,

    Terjemahan Baru Indonesia

    Lihat turutan silsilah yang dicatatkan dalam Lukas 3:35-36 itu di mana turutannya adalah Sem, Arpakhsad (@Arphaxad), Kenan (@Cainan) dan Salmon (@Selah atau Syela). So kamu mahu mengatakan turutan silsilah oleh Lukas 3:35-36 ini sebagai salah? Saya tinggalkan persoalan tersebut untuk kamu jawab.

  • Sebaiknya anda sambil menggambar di sketsa dari 3 golongan agar anda bisa menganalisanya dengan baik.

    karena mengandung periode suatu masa sehingga kita harus memahami titik penentu masa itu.

    semoga gambar saya cukup jelas menggambarkan apa yang anda jelaskan diatas sbb:

    Silahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul.



    Updated 15 days ago by the author.
  • Banyak orang didunia ini cukup munafik misalnya banyak orang di dunia ini menyatakan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan.

    namun kenyataannya agama saja terus menggolong-golongkan orang dengan syariat masing-masing.

    Setiap agama hanya mau mengakui pendapatnya masing-masing namun lucunya tidak menjalankan isi dari yang diakuinya dan akhirnya tidak ada teladan atau bukti dari hasil menjalankan isi kitab-kitab ALLAH.

    Percuma kita berbicara teori, nanti seperti darwin dengan teori evolusi.

    sampai hari ini kitab-kitab ALLAH yang ditulis duluan dibanding teori evolusi lebih memberikan bukti kebenaran sedangkan teori darwin tersebut sampai hari ini HANYALAH TEORI.

    Buktikan saja, jika agama ALLAH pasti membela ALLAH dan tidak akan terjadi perpecahan golongan.

    namun susah bukan anda membuktikan, satu agama saja ada macam-macam sekte apalagi harus bersatu antar golongan lainnya.

    TALK LESS DO MORE

  • Bagi anda yang ingin mencari ALLAH maka buang dulu dalam diri anda perbedaan-perbedaan tersebut agar anda bisa memahami apa yang ALLAH tulis.

    Jangan langsung percaya dengan suatu oknum apalagi oknum tersebut tidak bisa memberikan bukti kebenarannya.

    Pahami dulu suatu kata, makna maupun perumpamaan yang kita baca.

    Pastikan anda membaca berbagai terjemahan sebagai referensi sehingga bisa memahami tulisan yang sebenarnya, karena setiap penerjemah umumnya mengurangi atau menambahkan dengan pemahaman yang mereka miliki saat itu.

    Contoh silahkan anda lihat berbagai terjemahan berikut (bahasa Indonesia/Malay dengan Sahih International/Yusuf Ali) maka anda bisa melihat apa terjemahan yang lebih sesuai dengan tulisan aslinya http://quran.com/56/8-10

    Terkadang bahkan seharusnya tulisan ALLAH tidak perlu di tambah atau dikurangi cukup diterjemahkan dalam kosa kata yang sesuai dijamannya. namun penerjemah sering lebih sok menjelaskan dengan menambahkan beberapa kalimat yang padahal akan diterangkan di ayat berikutnya.

    Itulah mengapa orang Indonesia dan Malaysia terkadang suka lebay. karena ditambah kecap dan saos padahal tanpa itu semua sudah nikmat.

  • @Joheun Chingu

    Sekarang kamu mengetahui bahawa perbezaan ayat QS 56:13-14 dan QS 56:39-40 adalah bukannya pertentangan kerana ia adalah melibatkan golongan yang berbeza. Apabila ini dapat difahami maka barulah kita memikirkan perkara-perkara yang lebih mendalam berkenaan dengan ayat-ayat dalam QS 56 itu. Justeru seharusnya kamu meneliti lebih mendalam hal tersebut dan jangan terlalu cepat menghukum kononnya ayat-ayat QS 56 itu saling bertentangan.

    Bagi menjawab persoalan kamu selanjutnya maka saya menyarankan kamu membaca tafsir di link berikut iaitu http://alquranmulia.wordpress.com/tag/al-waqiah/ untuk memperolehi info yang lebih mendalam berkenaan QS 56 itu.

    Seterusnya saya tidak mahu cepat menuduh orang lain sebagai munafik dan sebagainya. Adalah sesuatu yang lumrah jika sesuatu kelompok agama berpendapat kelompok mereka sebagai yang paling benar. Justeru itu gunanya akal fikiran untuk menilai secara ikhlas yang mana benar dan yang mana salah. Dan seharusnya juga kamu melihat kebenaran sesuatu agama itu bukan terletak pada perlakuan penganutnya yang tidak mengikuti ajaran dalam agama tersebut. Contohnya mahukah kamu jika orang di luar kristian menilai agama/kepercayaan kristian itu melalui perlakuan penganutnya yang mengamalkan homoseksual, lesbian, zina dan perkahwinan sejenis secara berleluasa? Sudah tentu tidak. Justeru jangan menilai sesuatu agama melalui penganutnya yang tidak mengikuti ajaran dalam agama tersebut. Sebaliknya pula nilaikan sesuatu agama melalui kepercayaan yang diajarkan dalam agama tersebut dan lihat juga perlakuan penganutnya yang sentiasa mengamalkan ajaran dalam agama tersebut.

    Seterusnya saya percaya semua orang yang yakin manusia itu berasal dari Nabi Adam akan menolak teori Darwin. Justeru seharusnya kamu tidak membandingkan kebenaran suatu kitab agama dengan teori tersebut. Sepatutnya kamu membandingkan antara kitab agama secara ikhlas untuk mencari jalan keimanan yang benar. Perkara yang lain yang menarik perhatian saya adalah kamu mengatakan "Pahami dulu suatu kata, makna maupun perumpamaan yang kita baca", tetapi kelihatannya kamu tidak mengapplikasikan apa yang kamu nyatakan itu terhadap diri kamu sendiri. Ini kerana jika kamu mengapplikasikannya kepada diri kamu sendiri maka pastikan kamu dapat melihat bahawa tiada pertentangan dalam ayat QS 56:13-14 dan QS 56:39-40 itu. Ianya jelas apabila kamu telah diberi penerangan terhadapnya maka barulah kamu menyedari bahawa kamu tidak mampu menafikan penerangan pihak muslim tersebut. Dan sekali lagi jika kamu mengapplikasikan apa yang kamu nyatakan itu terhadap diri kamu sendiri, maka sudah tentu kamu dapat memahami permasalahan/kesalahan ayat dalam bible kristian kamu itu yang kelihatannya sekarang kamu tidak dapat untuk memberikan komentar balas apabila saya telah memaparkan keadaan kamu yang terpaksa menafikan ayat Lukas 3:35-36 demi untuk kamu membenar ayat Genesis 11:12 dalam manuskript Hebrew masoret itu. Semoga kamu tidak bersikap hipokrit.

    Justeru saya nasihatkan agar kamu meneliti bible kristian kamu itu dengan baik kerana jika itu yang kamu lakukan maka kamu akan dapat melihat kesalahan-kesalahan yang wujud di dalamnya akibat daripada pengubahan oleh tangan-tangan manusia.

    Berkenaan dengan pelbagai terjemahan Al-Quran, maka sememangnya telah lama saya lihat akan hal tersebut. Sebab itulah jika kamu sedari, kadang kala saya mengemukakan terjemahan Indonesia dan masanya saya mengambil terjemahan melayu Malaysia. Dan kedua-dua terjemahan tersebut ada dalam simpanan saya. Seharusnya bukan perkataan dalam terjemahan yang kamu lihat, tetapi apakah makna/maklumat dalam terjemahan tersebut yang kamu harus telitikan sama ada bersamasn atau bertentangan. Contohnya jika satu terjemahan menuliskan "Allah itu satu" dan satu terjemahan lagi menuliskan "Allah itu esa", maka apakah itu bermakna salah satu terjemahan itu salah? Sudah tentu tidak. Begitu juga jika terjemahannya adalah seperti "orang kufur akan masuk neraka" dan satu lagi diterjemahkan "orang tidak beriman akan ditempatkan dalam api yang menyala". Kedua terjemahan itu sama maknanya kerana orang yang kufur itu bermakna mereka tidak beriman dan neraka itu sememangnya adalah tempat api yang menyala. Justeru maknanya tetap sama. Justeru saya tidak melihat adanya permasalahan dalam terjemahan yang menggunakan perkataan yang berbeza tetapi tetap mempunyai makna yang sama. Malah dalam terjemahan bible kristian juga menggunakan perkataan yang berbeza tetapi bukan contoh-contoh itu yang saya paparkan kepada kamu sebagai kesalahan dalam bible kristian itu. Sebaliknya pula adalah saya memaparkan satu ayat yang sama tetapi punya makna/maklumat yang berbeza jika dibandingkan antara dua manuskript bible kristian yang berbeza. Contohnya dalam Genesis 11:12 tiadanya individu bernama Cainan dalam manuskript Hebrew sedangkan individu bernama Cainan ada tercatat dalam manuskript Septuaginta. Justeru maklumat/makna antara kedua manuskript itu saling berbeza. Kelihatannya kamu tidak meneliti perkara ini dengan baik kerana jika kamu memahami dengan baik apa yang saya tuliskan maka sudah tentu kamu dapat melihat bahawa yang saya paparkan adalah perbezaan makna atau maklumat dan bukannya perbezaan perkataan dalam terjemahan.

    Justeru bagaimana dengan jawapan kamu berkenaan dengan keadaan kamu yang sedang menafikan ayat Lukas 3:35-36 apabila kamu menganggap Genesis 11:12 manuskript Septuaginta itu salah? Apakah tiada jawapan daripada kamu? Apakah kamu tidak mengetahui keadaan ini? Apakah kamu masih tidak mendalami bible kristian kamu itu dengan baik?Saya tuliskan semula apa yang saya tuliskan terdahulu apabila kamu mengatakan Genesis 11:12 manuskript Hebrew adalah benar berbanding Genesis 11:12 manuskript Septuaginta. Baca di bawah.

    Kamu menyakini bahawa turutan generasi adalah Sem, Arphaxad dan seterusnya Selah. Kamu berpandukan kepada Alkitab bahasa Indonesia,

    Kejadian 11:10-12 Inilah sejarah Sem. Sem berumur seratus tahun pada waktu ia memperanakkan Arpakhsyad dua tahun setelah air bah. Setelah ia memperanakkan Arpakhsyad, Sem hidup lima ratus tahun lagi. Sementara itu ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Dan Arpakhsyad hidup selama tiga puluh lima tahun. Lalu ia memperanakkan Syela.

    Namun apakah kamu sedar bahawa jika kamu menyakini turutan silsilah tersebut iaitu Sem,Arphaxad dan Selah, bermakna kamu telah menafikan turutan silsilah yang dituliskan oleh Lukas 3:35-36? Mari saya perlihatkan kepada kamu ayat Lukas 3:35-36,

    Lukas 3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon,

    Terjemahan Baru Indonesia

    Lukas 3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,

    Terjemahan Baru Indonesia

    Lihat turutan silsilah yang dicatatkan dalam Lukas 3:35-36 itu di mana turutannya adalah Sem, Arpakhsad (@Arphaxad), Kenan (@Cainan) dan Salmon (@Selah atau Syela). So kamu mahu mengatakan turutan silsilah oleh Lukas 3:35-36 ini sebagai salah? Saya tinggalkan persoalan tersebut untuk kamu jawab.

  • @Mdzamri Mdzin

    Sepertinya anda tidak membaca pertanyaan yang timbul dari bagan itu. baik saya ulangi ya pertanyaan yang timbul agar anda bisa memahami apa itu artinya analisa.

    Apa bedanya golongan kanan dengan golongan orang yang beriman terdahulu?

    Apa penentu untuk menentukan mana yang golongan kanan dan mana yang golongan orang beriman terdahulu?

    Apa yang menjadi penentu untuk membedakan mana segolongan terdahulu yang dimaksud di QS 56:13,39 dan segolongan kemudian di ayat QS 56:14,40?

    Apakah ada perbedaan antara segolongan terdahulu di ayat 13 dan 39?

    Apakah ada perbedaan antara segolongan kemudian di ayat 14 dan 40?

    Pertanyaan itu sangat penting dijawab agar anda bisa memahami mengapa ayat itu ada kemungkinan besar kesalahan penulisan. karena seperti teori darwin yaitu evolusi saat dianalisa kembali teorinya memiliki beberapa kejanggalan dan ditambah lagi bukti tidak ada.

    itulah mengapa perlu untuk memahami suatu ayat agar anda bisa menerjemahkan dan bahkan mentafsirkan bukan berdasarkan pemikiran anda sendiri tetapi ayat-ayat yang menjawab.

    Contoh kekeliruan agama dalam menafsirkan Takdir.

    kata takdir berasal dari kata Qadar yang berarti terhitung atau memiliki jumlah yang tetap, sebagai orang Indonesia saya sangat memahami apa arti dari Qadar karena kata itu digunakan sebagai bahasa baku yaitu "Kadar".

    sedangkan agama menyatakan sebagai "ketetapan". akibatnya agama tidak bisa memahami ayat berikut:

    QS 4:40 Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

    QS 40:79 Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.

    AlQuran dengan tegas menyatakan kasih ALLAH itu berarti tidak akan pernah memberikan apapun yang buruk kepada siapapun. justru ALLAH selalu memberikan kelimpahan hal-hal yang baik kepada semua orang.

    Terbukti banyak kesalahan termasuk bencana alam (korban manusia) secara rumit dapat dijabarkan dan disimpulkan bahwa semua itu karena kesalahan manusia sendiri.

    Tetapi karena agama salah memahami kata Qadar dan tidak bisa menjawab menggunakan AlQuran saat ditanya "Mengapa ALLAH yang Maha Pengasih membiarkan hal buruk terjadi?" maka agama hanya mengajarkan tentang takdir dan pencobaan dari ALLAH termasuk hal-hal yang buruk.

    Tentu itu FITNAH bagi ALLAH.

    Disinilah dibutuhkan akal bukan kebanggaan kepada suatu kelompok.

    Sejak awal saya membanggakan Hamba ALLAH yaitu bukan kelompok agama kristen ataupun islam namun kelompok yang benar-benar bisa membuktikan omongan maupun perbuatannya sesuai dengan ciri-ciri yang dijawabarkan dan hasil yang diperolehnya yaitu orang yang damai, berserah diri dng iklas dan bersabar.

    sedangkan anda selalu saja membela kelompok tertentu yang sampai skrng ditanya mana bukti kebenaran agama itu dan hasilnya tidak dapat anda jabarkan karena agama sudah penuh dengan perbuatan yang memalukan.

    lucu memang kalo bertemu orang yang cuma bisa bicara tapi tidak bisa memberikan bukti. belajarlah menganalisa agar anda sendiri bisa menjawab bukan tafsiran orang yang menjawab.



    Updated 9 days ago by the author.
  • @Mdzamri Mdzin

    perlu di ingat bahwa saya mempercayai apa yang AlQuran maupun Alkitab tulis selama sesuai dengan rumusan "Jika benar-benar dari ALLAH maka tidak akan ditemukan banyak pertentangan (QS 4:82)

    jika menggunakan persentaase maka banyak = 60%-97%

    Kita dapat yakin apa yang ALLAH turunkan sempurna namun kita sebagai manusia yang tidak sempurna apakah bisa dengan mudah memahami yang sempurna?

    kekeliruan dalam penulisan kembali ayat-ayat ALLAH dan terjemahan-terjemahan bisa saja keliru namun yakinlah pada waktu yang tepat ALLAH bisa menunjukan kepada kita secara pribadi-pribadi dimana letak kekeliruannya.

    Ya kekeliruan terletak pada manusia yang tidak sempurna namun tetap saja jika dihitung tidak lebih dari 3% sehingga bisa masuk kedalam kategori kitab ALLAH.

    QS 56:14,40 memang terbukti ada kesalahan dalam penulisan namun belum dapat ditentukan mana yang benar dari antara kedua ayat tersebut.

    Penting agar kita tidak terlalu menuntut kesempurnaan sehingga memperhatikan hal kecil dan mengabaikan hal besar.

    Mengenai —Siapakah ayah Syela—Kainan atau Arpakhsyad? maka ada kelompok tertentu yang menjawabnya dan berikut beberapa jawaban mereka.

    Arpakhsyad adalah ayah Syela. (Kejadian 10:24; 11:12) Istilah ”Kainan” di Lukas 3:36 mungkin adalah bentuk menyimpang dari kata ”Khaldea”. Jika memang demikian, teks aslinya mungkin berbunyi, ”putra Arpakhsyad orang Khaldea”. Atau, Kainan dan Arpakhsyad bisa jadi memaksudkan orang yang sama. Fakta lain yang tidak dapat diabaikan adalah bahwa frasa ”putra Kainan” tidak ditemukan dalam beberapa manuskrip.—Lukas 3:36, Rbi8-E, catatan kaki.

    ----------

    Kainan/Kenan (merujuk ke 2 pribadi berbeda)

    1. Putra Enos; nenek moyang Maria, ibu jasmani Yesus. (Luk 3:37) Tampaknya, Kainan disebut Kenan di Kejadian 5:9-14 dan 1 Tawarikh 1:2.

    2. Seseorang yang terdaftar sebagai putra Arpakhsyad dalam silsilah Yesus Kristus yang disusun oleh Lukas. (Luk 3:36) Nama Kainan tercantum dalam silsilah-silsilah yang terdapat pada salinan-salinan Septuaginta Yunani yang ada sekarang, misalnya Manuskrip Aleksandrinus dari abad kelima M (Kej 10:24; 11:12, 13; 1Taw 1:18, tetapi tidak di 1Taw 1:24), meskipun nama itu tidak ditemukan dalam manuskrip-manuskrip Ibrani dari Kitab-Kitab Ibrani yang masih ada. Nama Kainan juga tidak terdapat di Lukas 3:36 dalam dua manuskrip Alkitab (Papirus Bodmer 14, 15, dari ± tahun 200 M; Kodeks Beza, dari abad kelima M). Penghapusan ini selaras dengan teks Masoret di Kejadian 10:24; 11:12, 15; dan 1 Tawarikh 1:18, yang menyatakan bahwa Syela, bukan Kainan, adalah putra Arpakhsyad.

    ------------

    Maka itulah beberapa text tidak langsung diubah kekeliruannya jika belum ada kepastian yang benar sama seperti halnya QS 56:14,40 tadi.

    Namun bukan berarti hamba ALLAH tidak memperhatikannya, bahkan hamba ALLAH bisa memberikan jawaban bukan hanya bukti kebenarannya namun juga bisa menujukan bukti kekeliruannya.

    perhatikan komentar mereka Nama Kainan juga tidak terdapat di Lukas 3:36 dalam dua manuskrip Alkitab (Papirus Bodmer 14, 15, dari ± tahun 200 M; Kodeks Beza, dari abad kelima M).

    mereka bisa memberikan bukti akurat baik tentang kekeliruan maupun kesalahpahaman yang mungkin bisa timbul.

    mereka tetap terus menyelidiki kebenarannya dan selama pertentangannya masih sangat sedikit maka kebodohanlah jika mengabaikan kebenarannya yang banyak



    Updated 9 days ago by the author.
  • Terlihat jelas bukan cara kelompok orang-orang jujur menjawab pertanyaan.

    jika memperhatikan komentar mereka kita bisa membaca karakter melalui tulisannya mereka mau terbuka dan siap menyatakan salah jika salah dan benar jika benar dan terus mencari bukti-bukti sehingga didapati mana yang benar.

    meskipun belum dihapus di dalam Alkitab tentang Kainan tadi namun mereka bisa membuktikan yang benar adalah Syela putra Arpakhsyad sedangkan Kainan ada ekmungkinaan memaksudkan sebutan lain dari Arpakhsyad namun karena belum ada bukti yang jelas maka Kainan tetap dicantumkan di ayat tersebut.

    Saya yakin jika kita semua adalah orang yang siap mengakui salah jika salah dan benar jika benar dan bisa menjelaskan dengan akurat dan menjabarankan bukti yang bisa diterima akal manusia maka kita akan menemukan kebenaran.

    Namun hati-hati sekarang waktunya sudah tinggal sedikit bagi kita untuk melakukan hal itu karena sudah ada kebocoran informasi (leak) tentang kebenaran nubuatan Alkitab adanya kebinasaan agama palsu seluruh dunia yang akan dilakukan oleh pemerintahan manusia.

    ya saat ini telah bocor informasi bahwa PBB sudah mulai membicarakan tentang "pembinasaan semua agama palsu" yaitu tidak bisa memberikan bukti menghasilkan umat yang berdamai dan bersatu.

    namun namanya juga kebocoran jadi informasi tidak detail apakah akan digantikan dengan nasionalisme atau internationalisme dan bagaimana cara membinasakannya. Namun yang pasti PBB akan membinasakan semua organisasi yang dianggap menjadi biang keladi dari kebencian dan sifat bergolong-golong yang justru malah digembor-gemborkan oleh agama.

    karena PBB lebih fokus kepada keamanan ekonomi dan ketertiban dunia ini krn agama sudah dianggap mulai meresahkan ketertiban dan dianggap menjadi bom waktu kebencian umat beragama.

    Jangankan berbeda agama, masih satu agama beda sekte saja sudah saling bunuh membunuh. sungguh ironis apa peranan agama itu selain sebagai arena bangga membanggakan diri sendiri dan tempat mekarnya "harga diri" (ajaran Iblis) dijunjung tinggi.

    Maka banggalah menjadi umat ALLAH dengan disertai bukti perbuatan yaitu terus membela nama baik ALLAH dengan pekerjaan memberitakan kabar baik dan peringatan sampai akhir.

  • Jangan takut jika ditemukan ada ayat-ayat yang keliru di dalam AlQuran maupun Alkitab.

    SIlahkan hitung dulu berapa besar persentase (%) kekeliruannya.

    Jika memang terbukti lebih dari kategori banyak maka baru kita bisa buang jauh-jauh kitab itu.

    Jangan takut jika kita menemukan bukti didalam kitab-kitab tersebut tentang kesalahan para rasul, justru kesalahan mereka tertulis bisa jadi untuk mengajar kita agar tidak melakukan hal yang sama dan mengajarkan kepada kita bahwa rasul tersebut bisa dipercaya karena terungkap dengan jelas kesalahannya dimana.

    Bukan berarti jika mereka melakukan kesalahan lalu otomatis kita anggap bukan rasul.

    Begitu juga dengan Muhammad. Jangan khawatir jika kita menemukan kesalahan beliau sewaktu membaca AlQuran justru kesalahan itu mengajar kita tentang mana yang benar.

    Contoh ALLAH hanya menciptakan sepasang manusia yaitu satu pria dan satu wanita bukan satu pria banyak wanita.

    sewaktu Ibrahim dipengaruhi istrinya untuk memiliki anak dari hagar terlihat jelas bagaimana dicatat di kitab terjadi perselisihan di keluarga Ibrahim dan akhirnya hagar dan ismael harus keluar dari rumah Ibrahim.

    begitu juga Yakub punya wanita yg dicintai namun ditipu ayah mertua akhirnya menikahi keduanya dan terjadi kecemburuan di antara adik dan kakak sampai2 akhirnya masing-masing istrinya meniru kesalahan istrinya Ibrahim dengan memberikan budaknya juga untuk yakub akibatnya Yusuf kesayangan Yakub dianiaya oleh kakak-kakaknya.

    Dan lihat sulaiman memiliki banyak istri dan banyak gundik akhirnya ibadat dia dipalingkan ke pada ibadat berhala.

    lalu perhatikan keluarga jaman sekarang yang satu pria punya banyak wanita bagaimana masalah selalu terjadi.

    Dan ingat Muhammad menyatakan hanya manusia biasa yang sama seperti Ibrahim dll pasti memiliki permasalahan keluarga jika banyak istri namun apapun itu sudah tidak selaras dengan kodrat asal mula yang ALLAH berikan yaitu hanya sepasang.

    Begitu juga mengenai pembalasan yang tidak boleh dilakukan oleh umat ALLAH namun Muhammad justru melakukan banyak peperangan selama 9 tahun dan hasilnya nihil karena tujuannya untuk menjadikan dunia lebih baik tidak tercapai dan sampai hari ini malah semakin buruk.

    Ya, katakan salah jika terbukti salah dan benar jika terbukti benar!

    Kesalahan Muhammad tersebut bukan berarti akan merendahkan dirinya, namun justru jika diakui oleh agama sebelumnya maka banyak orang akan meniru apa yang benar dan menghasilkan manusia yang cinta damai dan bertakwa dan bersabar menunggu keselamatan hanya dari ALLAH.

    Karena agama sudah terlalu mengagungkan dan menutup-nutupi hanya demi harga diri maka LIHATLAH bahkan sesama satu agama saja saling membenci dan membunuh karena selalu diajarkan membalas dengan alasan kebenaran.

    Bukti lebih dipercaya daripada janji, maka agar anda mempercayai janji ALLAH, teruslah baca apa saja nubuatannya yang tertulis ribuan tahun yang lalu telah terjadi selama hidup anda.

    sehingga janji ALLAH yang akan datang bisa anda percaya sebelum terlambat.

1 2